Follow detikFinance
Kamis 02 Jun 2016, 17:17 WIB

BPK Temukan Masalah Dana Royalti Tambang di Kementerian ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
BPK Temukan Masalah Dana Royalti Tambang di Kementerian ESDM Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan masalah dalam pengelolan dana di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dana itu terkait dengan iuran tetap, royalti, penjualan hasil tambang.

Menurut temuan BPK, jumlah dana tersebut Rp 33,94 miliar dan US$ 206,84 juta, tidak didukung dengan dokumen sumber yang memadai. Serta, sebesar Rp 101,34 miliar tidak sesuai hasil konfirmasi kepada wajib bayar.

"Artinya antara yang terjadi dengan administrasi keuangannya tidak cocok. Bisa saja keselip atau apa. Bisa karena bukti administrasinya saja, bisa juga karena hal lain. Kita nggak berani mengatakan apakah ada indikasi kerugian," ujar Ketua BPK, Harry Azhar Azis, di Gedung DPD, Kamis (2/6/2016).

Harry mengatakan, Kementerian ESDM diberikan waktu untuk menyelesaikan masalah itu dalam waktu 60 hari.

"Mungkin saja dalam waktu tindak lanjut 60 hari bisa mereka selesaikan," kata Harry.

Selain Kementerian ESDM, BPK juga menemukan pengelolaan dana Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kejaksaan Agung (Kejagung). BPK menemukan persediaan anggaran di Kemenhan sebesar Rp 2,49 triliun dan Rp 2,33 triliun di Kementan, yang belum dapat dijelaskan status penyerahannya.

Sedangkan di Kejagung, piutang bukan pajak sebesar Rp 1,82 triliun dari uang pengganti tindak pidana korupsi pada Kejaksaan RI tidak didukung dokumen sumber yang memadai. (hns/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed