Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso dan Ketua DPRD Kota Makassar, H. Farouk Mappaseling Betta, telah menyambut para tamu yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat Valencia seperti Wakil Wali Kota Valencia Joan Calabuig Rull, Ketua Kamar Dagang Valencia Jose Vicente Morata, UNESCO National Focal Point-Spanyol, Jose Maria Chiquillo, Ketua Asosiasi Industri Pariwisata Valencia Javier Sanchez, dan kalangan media Valencia.
Pada kesempatan Malam Budaya tersebut, Duta Besar Yuli Mumpuni Widarso menyampaikan, roadshow yang berlangsung di kota-kota maritim terkemuka Vigo, Las Palmas dan Valencia difokuskan pada promosi peluang investasi di sektor maritim, baik infrastruktur perhubungan maupun pariwisata, dan telah berhasil menarik perhatian kalangan pengusaha Spanyol yang memang sedang mencari peluang investasi dan pasar non-konvensional di wilayah Asia Pasifik.
![]() |
Asisten Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Dr. Manti Firdaus, telah memanfaatkan ajang Navalia International Shipbuilding Exposition di Vigo, 24-26 Mei 2016 yang diikuti oleh 750 stand dari 90 negara dan dikunjungi oleh lebih dari 25 ribu profesional, untuk menyampaikan kepada kalangan industriawan galangan kapal dari berbagai negara, untuk melihat potensi dan peluang yang tersedia di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dicatat pula bahwa Otoritas Pelabuhan Valencia (Port de Valencia) juga menyatakan siap untuk bekerja sama dengan BUMN Pelabuhan Indonesia (Pelindo I-IV) dalam bidang Information & Technology agar pelayanan pelabuhan di Indonesia memenuhi standar internasional untuk pelayanan pelabuhan container dan destinasi turis (cruise).
![]() |
Selain itu, kalangan industri perhotelan juga menunjukkan minat mereka untuk melakukan investasi di sektor infrastruktur pariwisata, seperti Hotel Melia International menyatakan akan membuka 10 hotel baru di beberapa destinasi pariwisata di Indonesia, termasuk di 10 destinasi baru di Indonesia. Diharapkan komitmen-komitmen tersebut akan terealisir dan menambah nilai investasi Spanyol ke Indonesia, yang pada 2015 naik 300% dibandingkan 2014.
Pada Malam Budaya tersebut ditampilkan Budaya Makassar yang berkarakter budaya maritim, untuk memperkenalkan destinasi wisata Makassar ke Spanyol. Musik dan tari-tarian Makassar dengan busana sutera warna-warni telah memukau para tamu terutama karena banyaknya kesamaan antara Valencia dan Makassar, seperti sama-sama kota maritim, penghasil kain sutera dan seafood, maju dalam olah raga sepak bola dan mempunyai program smart city.
Diyakini, di antara Valencia dan Makassar telah terjalin kontak dagang sejak abad 15 ketika terdapat banyak kapal dagang Spanyol melintasi perairan Nusantara, ke Ternate, Tidore, Sulawesi Utara dan Aceh untuk membeli rempah-rempah.
Ketua DPRD Kota Madya Makassar, H. Farouk Mappaseling Betta dalam sambutannya yang diperkuat dengan pemutaran film pariwisata Makassar, telah menyampaikan tentang perkembangan Kota Makassar sebagai smart city yang mempunyai daya tarik wisata dengan keunikan budaya, kekayaan aneka produk sutera dan gastronominya.
Ditekankan bahwa para aktor ekonomi di Makassar siap untuk menjadi mitra bagi perusahaan-perusahaan Valencia yang akan menanamkan modalnya di Makassar. Untuk menarik investor dari Valencia, telah ditayangkan film tentang rencana perluasan pelabuhan Makassar dan pembangunan infrastruktur reklamasi Makassar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Valencia Joan Calabuig Rull, menyampaikan terima kasih kepada KBRI Madrid dan Pemerintah Kota Madya Makassar yang telah memilih Valencia untuk menutup rangkaian kegiatan Roadshow.
Kegiatan seminar bisnis dan Malam Budaya tersebut telah membuka mata kalangan operator ekonomi dari Valencia tentang peluang bisnis infrastruktur dan pariwisata di Indonesia dan di Makassar. Pemerintah Kota Valencia mendukung peningkatan kolaborasi yang nyata antara Valencia dan Makassar.
Malam Budaya Makassar tersebut menampilkan pertunjukan musik dan tari rakyat tradisional seperti Tari Kallabirang, Tari Kalompoanna, dan atraksi Paraga. Juga dipersembahkan fashion show busana sutera Makassar.
Guna mendukung terbentuknya suasana khas Makassar maka ruang Malam Budaya di Hotel Melia Valencia telah didekorasi dengan aneka ragam kain sutera, kipas dan alat musik tradisional Makassar. (drk/feb)













































