Demikianlah diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil di kantornya, Jakarta, Jumat (3/6/2016).
"Sebenarnya idenya kereta pantai utara sebenarnya sudah double track, nah double track ini cuma kereta nggak bisa lari cepat karena banyak sekali lintasan sebidang, crossing itu banyak sekali," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prioritas pertama adalah bagaimana menghilangkan lintasan sebidang, ke bawah atau fly over," ujar Sofyan.
Selain itu masalah selanjutnya adalah kondisi rel yang berbelok-belok. Untuk kereta dengan kecepatan di atas 100 km/jam, rel harus dibuat lurus.
"Jalan-jalan yang belok-belokan tajam itu kalau diluruskan maka akan mempercepat. Ini masih kita studi lebih lanjut apakah opsinya, dan opsi sementara itu," paparnya.
Kajian tengah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hasil kajian kemudian akan dikomunikasikan kembali kepada pihak Jepang.
"Itu sedang dikerjakan Kemenhub. Kita kembali Pak Presiden mengatakan kalau kita studi sudah lengkap kita akan komunikasikan kembali," tegasnya. (mkl/feb)











































