Amran mengungkapkan, kunjunganya tersebut untuk menemui direksi produsen minyak terbesar di Indonesia tersebut agar bisa menurunkan harga, menambah kapasitas produksi, dan melakukan operasi pasar (OP) selama Ramadan dan Lebaran.
Selama kunjungannya tersebut, Amran ditemani oleh Direktur SIMP, Suaimi Suriady.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meminta lakukan operasi pasar supaya harga turun, dilakukan secara besar-besaran. Image-nya kan kalau harga mahal Anda dituduh menahan stok," tambahnya lagi.
Amran menuturkan, dirinya mengapresiasi produsen minyak merek 'Bimoli' ini telah menurunkan harga sebesar 5,5% sejak 1 Juni lalu.
"Ini yang dinamakan dengan operasi pasar yang sebenarnya. Sudah turun 5,5% dari produsen, nggak ada alasan harga naik, dan ini akan diikuti oleh distributor. Kan ini produknya di seluruh Indonesia, sekaligus paling besar di Indonesia," jelasnya.
Menanggapi permintaan Amran, Suaimi berujar perusahaannya mengaku siap jika harus melakukan operasi pasar khusus produk minyak goreng. Dirinya juga menegaskan bahwa permintaan akan mengalami peningkatan pesat saat bulan puasa, sehingga tak ada alasan perusahaannya menahan stok.
"Nanti kita lakukan operasi pasar. Kalau fix season kita tahan barang, malah rugi kita. Tanggal 1 Juni ini kita sudah fix turun 5,5%, artinya ada penurunan Rp 1.000-2.000/liter," ujar Suaimi. (feb/feb)











































