Nasihat Mentan ke Produsen Minyak Goreng: Kalau Harga Naik, Anda Disalahkan

Nasihat Mentan ke Produsen Minyak Goreng: Kalau Harga Naik, Anda Disalahkan

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2016 13:17 WIB
Nasihat Mentan ke Produsen Minyak Goreng: Kalau Harga Naik, Anda Disalahkan
Foto: Mentan meninjau pabrik minyak goreng milik Salim Group (dok. Kementan)
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, hari ini menyambangi pabrik minyak goreng milik PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), di Kawasan Industri Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Amran mengungkapkan, kunjunganya tersebut untuk menemui direksi produsen minyak terbesar di Indonesia tersebut agar bisa menurunkan harga, menambah kapasitas produksi, dan melakukan operasi pasar (OP) selama Ramadan dan Lebaran.

Selama kunjungannya tersebut, Amran ditemani oleh Direktur SIMP, Suaimi Suriady.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stok banyak, tapi kalau harganya naik, serangannya ke Anda, pasti Anda yang disalahkan. Masa kita ekspor (CPO) tapi harga minyak goreng naik," kata Amran kepada Suaimi saat meninjau area gudang SIMP, Jakarta Utara, Jumat (3/6/2016).

"Saya meminta lakukan operasi pasar supaya harga turun, dilakukan secara besar-besaran. Image-nya kan kalau harga mahal Anda dituduh menahan stok," tambahnya lagi.

Amran menuturkan, dirinya mengapresiasi produsen minyak merek 'Bimoli' ini telah menurunkan harga sebesar 5,5% sejak 1 Juni lalu.

"Ini yang dinamakan dengan operasi pasar yang sebenarnya. Sudah turun 5,5% dari produsen, nggak ada alasan harga naik, dan ini akan diikuti oleh distributor. Kan ini produknya di seluruh Indonesia, sekaligus paling besar di Indonesia," jelasnya.

Menanggapi permintaan Amran, Suaimi berujar perusahaannya mengaku siap jika harus melakukan operasi pasar khusus produk minyak goreng. Dirinya juga menegaskan bahwa permintaan akan mengalami peningkatan pesat saat bulan puasa, sehingga tak ada alasan perusahaannya menahan stok.

"Nanti kita lakukan operasi pasar. Kalau fix season kita tahan barang, malah rugi kita. Tanggal 1 Juni ini kita sudah fix turun 5,5%, artinya ada penurunan Rp 1.000-2.000/liter," ujar Suaimi. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads