Harga Daging Impor Bisa Rp 80.000/kg, Importir: Tak Bisa Buat Rendang

Harga Daging Impor Bisa Rp 80.000/kg, Importir: Tak Bisa Buat Rendang

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2016 17:43 WIB
Harga Daging Impor Bisa Rp 80.000/kg, Importir: Tak Bisa Buat Rendang
Foto: Thinkstock
Jakarta - Untuk menekan harga daging sapi hingga di bawah Rp 80.000/kg, khususnya saat puasa dan Lebaran, pemerintah memutuskan untuk mengimpor 27.400 ton daging secondary cut.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi), Thomas Sembiring mengungkapkan, daging impor tidak efektif untuk menekan harga daging. Pasalnya, daging yang diimpor merupakan daging kualitas lebih rendah ketimbang daging yang selama ini dijual di pasar.

"Nggak mungkin Rp 80.000/kg kalau dagingnya buat rendang, sementara orang Lebaran atau puasa cari daging yang buat rendang dan gulai," jelas Thomas di acara diskusi Rasionalitas Harga Daging Sapi, Cikini, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jika mengacu pasar daging impor asal Australia, daging yang bisa dijual di bawah harga Rp 80.000/kg adalah daging dari jenis 85 CL yang saat ini dibanderol seharga Rp 63.000/kg. Itu setelah dipotong biaya handling pelabuhan, dan bea masuk.

"Yang paling rasional daging 85 CL yang daging samping paha dengan banyak lemak. Itu modal pengusaha buat jual di sini. Tapi itu nggak bisa buat rendang, kalau buat rawon bisa. Sementara orang sudah terbiasa dengan daging baik dari pasar," ujar Thomas.

Dia melanjutkan, untuk alternatif daging yang saat ini banyak dikonsumsi di Indonesia, paling tidak dipakai jenis daging Knuckle yang dipatok seharga Rp 76.000/kg.

"Artinya kalau dijual di masyarakat oleh importir dengan harga pantas yah di atas Rp 80.000/kg. Bisa Rp 85.000/kg atau kurang lebih, sementara jenis secondary cut terbaik harga yakni jenis Inside Rp 89.200/kg, itu harga dari Australia sampai ke sini," papar Thomas. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads