Saat beroperasi, AP II mengincar pendapatan non aeronotica dari Terminal 3 Ultimate selama 6 bulan atau hingga akhir 2016 sebesar Rp 1,5 triliun.
"Kurang lebih untuk terminal 3 ultimate kita akan memperoleh Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun selama operasinya 6 bulan ini. Satu angka yang baik tetapi kalau dilihat dari investasi kita lebih dari Rp 20 triliun. Itu suatu jumlah yang moderat," kata Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi di Hotel Mulia Senayan, Jakarta (03/06/16).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ini sedikit menurunkan margin ya kalau kita lihat menjadi 24%, tapi ini lebih kepada belum beroperasi penuhnya dari Terminal 3 Ultimate tahun ini. Jadi sumbangan terhadap pendapatan maupun cost-nya masih belum tergambarkan secara full," tambahnya.
"Kita harapkan di 2017, Terminal 3 Ultimate dapat menyumbangkan pendapatan secara signifikan karena juga luasnya bidang yang bisa kita jual dari sisi sisi pendapatan non aeronotica-nya. Jadi ini akan menjadi penekanan untuk berupaya mendapatkan tambahan dari sisi non aeronotica," imbuhnya.
Terminal 3 Ultimate sendiri nantinya akan digunakan oleh semua penerbangan internasional dan domestiknya untuk maskapai Garuda Indonesia saja. Namun untuk operasi tahap awal ini, Terminal 3 Ultimate fase I hanya melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia. (feb/feb)











































