Tekan Harga Pangan, Mentan: Saya Minta Operasi Pasar Besar-besaran

Tekan Harga Pangan, Mentan: Saya Minta Operasi Pasar Besar-besaran

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 05 Jun 2016 18:03 WIB
Tekan Harga Pangan, Mentan: Saya Minta Operasi Pasar Besar-besaran
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pemerintah tengah gencar untuk bisa menstabilkan harga pangan, khususnya menjelang puasa, saat puasa, hingga lebaran nanti. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) meminta kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan Operasi Pasar (OP) secara besar-besaran hingga H+6 Lebaran. Bahkan, hingga mencapai Desember 2016.

"Alhamdulillah kami terimakasih, ada banyak pihak yang OP atau pasar murah. Dalam 2 minggu terakhir ini saya kunjungi beberapa perusahaan seperti Bimoli, Filma, Charoon Phokpan, Artha Graha, kami minta operasi pasar secara besar-besaran. Saya minta OP dilakukan tidak hanya sampai H+6 Lebaran tapi sampai Desember," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau pasar murah di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).

Amran mengaku heran jika ada harga minyak goreng saat ini masih tinggi. Padahal, kata dia, stok minyak goreng saat ini mencapai 1,6 juta ton sementara kebutuhan hanya 400.000 ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ayam, kita stoknya 2 kali lipat tapi tetap naik. Minyak goreng itu 1,6 juta ton stok Juni, kebutuhan hanya 400 ribu ton, tapi tetap naik jadi saya minta OP besar-besaran," tegas dia.

Selain itu, harga daging sapi juga masih mahal padahal sudah ada pasokan dari beberapa sentra produksi seperti dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Melihat mahalnya harga daging sapi, pihaknya melakukan OP. Alhasil, harga daging bisa ditekan Rp 75.000/kg.

"Yang penting kita sudah memulai, dulu banyak yang nggak percaya daging lokal bisa di bawah Rp 85.000/kg. Sekarang sudah ada daging dari NTT yang diangkut dari kapal, walaupun cuma 2 kali dalam sebulan yang penting itu sudah lancar. Kemudian Bulog jual daging Rp 80.000, artinya kami menjual di angka rendah walaupun belum skala luas," katanya.

Untung nggak?

"Untung. Untungnya Rp 5.000/kg, kalau nggak untung nggak sustain donk," ucap dia.

Contoh lain adalah bawang. Bulan Juni dan Juli merupakan waktu panen bawang sehingga dipastikan harganya akan stabil.

"Contohnya bawang, Juni dan Juli sudah mulai panen, di petani harganya Rp 15.000/kg dan pasti itu akan terus," katanya. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads