Pedagang Pasar: Jualan Daging Kambing Impor Lebih Untung

Pedagang Pasar: Jualan Daging Kambing Impor Lebih Untung

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 06 Jun 2016 15:08 WIB
Pedagang Pasar: Jualan Daging Kambing Impor Lebih Untung
Foto: Ghazali Dasuqi
Jakarta - Meski harga daging kambing lokal dan impor sama di level eceran, pedagang mengaku lebih untung menjual daging kambing impor karena adanya selisih harga.

Harga beli daging impor di Rumah Potong Hewan (RPH) lebih murah Rp 20.000-Rp 30.000 per kg daripada harga daging kambing lokal.

"Harga daging impor itu biasanya lebih murah Rp 20.000-Rp 30.000/kg. Tapi kalau di konsumen mereka nggak tahu bedanya itu. Di harga pedagang jualnya sama dengan harga lokal (daging kambing lokal)," kata Ian, salah seorang pedagang daging kambing, kepada detikFinance di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (06/06/16).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjual daging kambing di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur mengatakan harga daging kambing saat ini dijual Rp 100.000/kg. Harga daging kambing saat bulan puasa dan hari biasa sama saja, bahkan cenderung menurun. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama muslim, lebih memilih menu berbuka puasanya dengan masakan olahan daging sapi.

"Kalau bulan puasa orang lebih suka beli tulang iga-nya buat disop. Tapi kalau hari biasa beli dagingnya juga buat disate. Tapi orang lebih suka pilih sapi kalau puasa," ujarnya.

Daging kambing ini diambil langsung dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Pulogadung. Hal ini telah dilakukannya secara turun temurun mengikuti usaha orang tuanya yang sebelumnya sudah 35 tahun berjualan daging kambing lokal.

Meski ada daging impor, Ian mengatakan umumnya konsumen tidak mengetahui bagaimana perbedaan daging kambing lokal dan daging kambing impor. Ini berarti harga jual daging kambing tergantung pada kebijakan masing-masing pedagang.

Ian menambahkan, dirinya lebih memilih berjualan daging kambing lokal karena lebih terjamin halalnya dibandingkan daging kambing impor.

"Kalau daging luar, dombanya besar-besar. Dagingnya sih tergantung yang masak bisa enak atau nggak. Tapi konsumen lebih suka daging lokal meski mahal. Biasanya rumah makan yang kebanyakan ngambil daging impor, karena harganya lebih murah. Tapi untuk rumahan orang lebih banyak suka yang lokal karena tahu daging kambing halal dari yang lokal. Bahkan saking pengin halalnya bisa langsung ke tempat pemotongan," pungkasnya. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads