Harga beli daging impor di Rumah Potong Hewan (RPH) lebih murah Rp 20.000-Rp 30.000 per kg daripada harga daging kambing lokal.
"Harga daging impor itu biasanya lebih murah Rp 20.000-Rp 30.000/kg. Tapi kalau di konsumen mereka nggak tahu bedanya itu. Di harga pedagang jualnya sama dengan harga lokal (daging kambing lokal)," kata Ian, salah seorang pedagang daging kambing, kepada detikFinance di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (06/06/16).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bulan puasa orang lebih suka beli tulang iga-nya buat disop. Tapi kalau hari biasa beli dagingnya juga buat disate. Tapi orang lebih suka pilih sapi kalau puasa," ujarnya.
Daging kambing ini diambil langsung dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Pulogadung. Hal ini telah dilakukannya secara turun temurun mengikuti usaha orang tuanya yang sebelumnya sudah 35 tahun berjualan daging kambing lokal.
Meski ada daging impor, Ian mengatakan umumnya konsumen tidak mengetahui bagaimana perbedaan daging kambing lokal dan daging kambing impor. Ini berarti harga jual daging kambing tergantung pada kebijakan masing-masing pedagang.
Ian menambahkan, dirinya lebih memilih berjualan daging kambing lokal karena lebih terjamin halalnya dibandingkan daging kambing impor.
"Kalau daging luar, dombanya besar-besar. Dagingnya sih tergantung yang masak bisa enak atau nggak. Tapi konsumen lebih suka daging lokal meski mahal. Biasanya rumah makan yang kebanyakan ngambil daging impor, karena harganya lebih murah. Tapi untuk rumahan orang lebih banyak suka yang lokal karena tahu daging kambing halal dari yang lokal. Bahkan saking pengin halalnya bisa langsung ke tempat pemotongan," pungkasnya. (feb/feb)










































