Lantas, kenapa daging sapi di Indonesia kerap bermasalah? Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), ada dua faktor yang memicu masalah daging sapi.
Pertama, data konsumsi daging sapi antar kementerian berbeda. Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, data konsumsi daging di Kementerian Koordinator Perekonomian 2,61 kilogram (kg) per kapita per tahun. Namun, di Kementerian Pertanian menyebutkan konsumsinya hanya 1,75 kg per kapita per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, rantai distribusi daging sapi yang cukup panjang.
"Selama ini kan, sapi masuk ke feedloter, lalu ke RPH (Rumah Potong Hewan), ke ritel, baru masuk ke end user. Ternyata, dari feedloter ke RPH itu ada perantaranya, dan dari RPH ke ritel juga ada perantaranya," tutur Syarkawi.
Syarkawi menambahkan, permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga daging di bawah Rp 80.000/kg seharusnya bisa tercapai. Salah satu upayanya adalah dengan membuat kapal ternak untuk mengangkut sapi dari NTT dan NTB ke Jakarta. (hns/feb)











































