Ini Dua Faktor Pemicu Masalah Daging Sapi di RI

Ini Dua Faktor Pemicu Masalah Daging Sapi di RI

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 06 Jun 2016 15:37 WIB
Ini Dua Faktor Pemicu Masalah Daging Sapi di RI
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Salah satu persoalan daging sapi adalah harga yang tinggi di atas Rp 100.000/kg. Pemerintah pun bergerak untuk menekan harga dengan mengimpor daging sapi beku yang dibanderol antara Rp 70.000-Rp 90.000/kg.

Lantas, kenapa daging sapi di Indonesia kerap bermasalah? Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), ada dua faktor yang memicu masalah daging sapi.

Pertama, data konsumsi daging sapi antar kementerian berbeda. Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, data konsumsi daging di Kementerian Koordinator Perekonomian 2,61 kilogram (kg) per kapita per tahun. Namun, di Kementerian Pertanian menyebutkan konsumsinya hanya 1,75 kg per kapita per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data ini kan implikasinya pada data kebutuhan daging sapi nasional. Kalau di situ saja ada perbedaan, menentukan kuota bagaimana dasarnya," ujar Syarkawi di Istana Negara, Senin (6/6/2016).

Kedua, rantai distribusi daging sapi yang cukup panjang.

"Selama ini kan, sapi masuk ke feedloter, lalu ke RPH (Rumah Potong Hewan), ke ritel, baru masuk ke end user. Ternyata, dari feedloter ke RPH itu ada perantaranya, dan dari RPH ke ritel juga ada perantaranya," tutur Syarkawi.

Syarkawi menambahkan, permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga daging di bawah Rp 80.000/kg seharusnya bisa tercapai. Salah satu upayanya adalah dengan membuat kapal ternak untuk mengangkut sapi dari NTT dan NTB ke Jakarta. (hns/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads