Dwell Time Pelabuhan Tanjung Perak Masih 6 Hari, Ini Respons Jonan

Dwell Time Pelabuhan Tanjung Perak Masih 6 Hari, Ini Respons Jonan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 06 Jun 2016 19:18 WIB
Dwell Time Pelabuhan Tanjung Perak Masih 6 Hari, Ini Respons Jonan
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Jakarta - Akhir Mei lalu, dwell time atau waktu bongkar muat untuk peti kemas impor yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya terungkap masih di angka 6 hari. Hal ini diketahui karena adanya proses pre customs clearance atau terkait perizinan yang memakan 3-4 hari.

Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat marah ketika mengetahui lamanya waktu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang menyentuh 5,5 hari.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, koordinasi terhadap Kementerian/Lembaga (K/L) sudah dilakukan guna mengurangi dwell time di Tanjung Perak. Namun, Jonan menyebut tugas memangkas dwell time berada di tangan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dwell time sudah saya sampaikan ke semua Kementerian dan Lembaga. Jadi begini, sebaiknya ini coba ditanyakan ke pak Menko Maritim, karena beliau yang dapat tugas bagaimana mengurangi dwell time di Tanjung Perak. Tapi saya sudah kemukakan. Saya sudah beri tahu Dirjen Bea Cukai untuk aware," katanya usai menghadiri Rapat di Badan Anggaran DPR/MPR, Jakarta, Senin (06/06/16).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melalui Inspektur Jendral Cris Kuntadi mengatakan, tingginya angka dwell time di Pelabuhan Perak dikarenakan adanya berbagai masalah yang saling berkaitan. Unsur petugas dari Kementerian/Lembaga yang saat ini tidak standby 24 jam menjadi salah satu faktor tingginya angka dwell time. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads