Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, mengungkapkan pihaknya sudah merealisasikan distribusi 1.800 ton daging pada pengapalan pertama, dan 3.000 ton tambahan pada pengapalan kedua, semuanya berasal dari Australia.
Untuk menambah stok daging sapi sebagai fungsi stabilisasi, lanjut Wahyu, pihaknya juga saat ini tengah mencari negara alternatif lainnya selain daging dari Negeri Kanguru tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahyu menjelaskan, kalau pun Bulog sudah mendapatkan daging sapi beku dengan harga layak di Selandia Baru, daging dengan kualitas 95 CL (daging 95% daging dan lemak 5%) tersebut akan dipakai sebagai stok untuk stabilisasi harga bertepatan atau pasca Idul Fitri.
"Karena dari New Zealand kan lebih jauh, perlu waktu 3 minggu pengiriman. Jadi kalau pun dalam waktu dekat (pembelian) selesai, nggak bisa tersedian saat sebelum Lebaran," ujarnya. (ang/ang)










































