Akom menyarankan agar pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbesar peran Perum Bulog sebagai pemain besar dalam mengatur harga dan stok pangan nasional.
"Saya selalu katakan, negara harus campur tangan karena perintah UUD 1945 atas pasar. Karenanya negara harus kuasai paling tidak 40% saja pasar sembako," kata Akom saat meninjau gudang beras Bulog Divre Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi Partai Golkar ini heran, bagaimana pemerintah menyebut produksi sejumlah pangan masih surplus, namun harga pangan tetap naik.
"Artinya masyarakat ingin harganya bagus, kualitasnya bagus, dan cukup (stok). Setelah saya cek ternyata impor ini tahun lalu, beras ini kok tahun kemarin kan Kementerian Pertanian bilang beras surplus," ungkap Akom.
Dirinya menyarankan Bulog setidaknya menguasai 40% peredaran pangan nasional agar harga dan stok bisa dikendalikan.
"Untuk itu nggak usahlah capek-capek, sudah ada Bulog, tinggal kembalikan saja khittah-nya. Serahkan tanggung jawab untuk stabilkan harga untuk kuasai pasar 40% saja," tandas Akom. (feb/feb)










































