Akom: Daging Sapi Mahal Karena Importir Ambil Untung Besar

Akom: Daging Sapi Mahal Karena Importir Ambil Untung Besar

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2016 16:55 WIB
Akom: Daging Sapi Mahal Karena Importir Ambil Untung Besar
Foto: Ketua DPR meninjau harga daging sapi (Lamhot Aritonang/Detik)
Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPR), Ade Komarudin atau yang biasa disapa Akom, mengungkapkan bahwa tingginya harga daging yang terjadi sejak bertahun-tahun ini lantaran importir mengambil untung terlalu tinggi.

Menurutnya, negara tetangga yang juga mengimpor daging tetap bisa menjaga harga tetap stabil. Saat ini, harga daging sapi tanpa operasi pasar dijual mulai dari Rp 120.000 per kg.

"Kita lihat barusan tempat transit daging impor Bulog, ternyata masalahnya karena importir ambil untung terlalu besar. Harga daging impor yang dari Bulog nggak segila ini," kata Akom saat meninjau gudang beras dan daging impor Bulog Divre Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai solusi jangka panjang, dirinya mendorong pembentukan undang-undang agar fungsi Perum Bulog dikembalikan seperti saat sebelum reformasi. Ke depan, paling tidak Bulog bisa mengendalikan 40% stok pangan, termasuk daging sapi.

"Jadi benarkan apa yang saya bilang, sebaiknya pemerintah kembalikan Bulog ke masa lalu, sebagai badan logistik sediakan pangan pokok yang berkualitas, dan harga yang cukup," ujar politisi Partai Golkar ini.

Bagaimana harga daging sapi impor di pasar?

Pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin kemarin (6/6) menjual daging sapi beku impor asal Australia seharga Rp 70.000 sampai Rp 90.000 per kg. Daging sapi ini diperoleh dari Perum Bulog.

"Harga per kg Rp 70.000. Itu daging bagian kepala, terus bagian paha Rp 85.000-Rp 90.000 per kg," kata Riki, pedagang daging sapi, kepada detikFinance di Pasar Jatinegara.

Sebelumnya, Riki memperoleh pasokan daging sapi beku dari pemasok lain di daerah Pulogadung, Jakarta Timur. Ternyata, tak ada selisih harga dari pemasok sebelumnya.

"Sebelumnya ambil dari Pulogadung. Itu dari swasta. Sebetulnya, daging beku impor memang murah dan nggak ada bedanya (harganya antara Bulog dan swasta) karena daging impor sama-sama dari Australia," sebutnya.

Riki mengaku mengambil untung antara Rp 5.000-Rp 10.000 per kg dari daging beku yang dijualnya. Daging beku ini diperoleh tadi malam sebanyak 200 kg.

Daging Sapi Lokal

Justru, pedagang menjual daging sapi mulai Rp 120.000 per kg untuk sapi lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Harga daging sapi lokal dijual Rp 120.000-Rp 125.000 per kg.

"Sapi lokal kita jual Rp 120.000-Rp 125.000 per kg," kata Andi, pedagang daging di Pasar Jatinegara.

Daging lokal ini merupakan sapi-sapi asal NTT. Dari daging lokal yang dijual, pedagang mengambil untung antara Rp 10.000-15.000 per kg.

"Modal kita antara Rp 110.000-Rp 115.000," sebutnya. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads