Lewat Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, persiapan yang dilakukan di Sulawesi terutama dilakukan di sisi Sulawesi Selatan mengingat perpindahan orang paling banyak terjadi di kawasan ini.
Menurut data Ditjen Bina Marga, ada 1.948 km jalan dan jembatan yang dipersiapkan untuk menunjang kegiatan mudik masyarakat terdiri dari 703 km jalan utama dan 795 km jalan alternatif. Bagaimana kondisinya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ruas Maros-Pangkep, kondisi jalannya sudah baik dan siap dilintasi pemudik.
Pada ruas Pangkep-Barru, kondisi jalan baik namun ada penyempitan di sejumlah titik sehingga rawan terjadi kemacetan.
Selanjutnya, di ruas Barru-Pare Pare, pada umumnya cukup baik dan siap dilewati arus Mudik/Balik Lebaran 2016. Hanya berapa titik sedang dalam pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan di berapa titik, drainase tidak berfungsi mengakibatkan genangan air yang menghambat pengguna jalan sehingga perlu diantisipasi.
Pada ruas Pare Pare-Bangkae, kondisi jalan sudah cukup baik dan siap dilewati pemudik.
Di ruas Bankae-Mangkale, saluran drainase di beberapa titik tidak berfungsi, dan ada sejumlah pekerjaan pembetonan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Pada ruas Makale-Seseng, jalan yang ada umumnya dalam kondisi bergelombang dan berlubang, namun saat ini telah mendapat penanganan.
Di ruas Makale-Palopo, pemudik perlu mengantisipasi penyempitan jalan di Kabupaten Toraja meski secara umum kondisi jalannya baik dan siap dilewati pemudik.
Palopo-Siwa-Pangkajene, kondisi jalannya sudah cukup baik dan siap dilintasi pemudik.
Pada ruas Watampone-Maros, kondisi jalan banyak terdapat lendutan alias tidak rata. Pemudik juga perlu berhati-hati karena ada pekerjaan pelebaran jalan di Watampone-Maros. Jaga kecepatan maksimal 60 km/jam.
(dna/ang)











































