"Yang bisa kami respons tentunya adalah menambah pasokan, dan saya kira sudah konsensus semua kalangan kalau memang pasokan itu kurang," kata Lembong ditemui usai rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/6/2016).
"Jadi peluang untuk semua peternak, semua rumah potong hewan, semua penyedia di harga tertinggi tentunya dalam selisih itu, satu-satunya jalan adalah impor," tegasnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu bahwa kebutuhan per bulan itu 70.000 ton, dan di bulan Ramadhan melonjak 2 kali lipat menjadi 150.000 ton. Perkiraan kami mungkin kekurangannya antara 20.000-50.000 ton," terangnya.
Dia juga menjelaskan, dengan perusahaan swasta dilibatkan dalam importasi, hal tersebut bisa membantu harga daging sapi semakin bisa ditekan lantaran tambahan pasokan yang berlimpah, di sisi lain kemampuan BUMN juga terbatas.
"Tidak harus swasta. Penugasan impor juga kepada BUMN tetap dijalankan dengan tadi dibuka lebih lebar, tidak hanya BUMN tapi juga swasta harus bergerak giat," ujarnya. (ang/ang)











































