Seiring dengan meningkatnya konsumsi daging sapi saat puasa dan lebaran, Bulog berencana memaksimalkan impor daging sapi beku hingga 4.000 ton sampai Hari Raya Idul Fitri.
"Kita ingin mulai dipercepatan Lebaran ini, khusus ini kita manfaatkan semaksimal mungkin 3.000-4.000 ton. Sisanya digilir di pasca Lebaran sebenarnya pasca itu daging juga bisa tinggi," ujar Direktur Utama Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (9/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga sedang melakukan negosiasi dengan sejumlah negara seperti Selandia Baru, India, dan Spanyol.
"Kita beri tahu, bahwa Australia bukan satu-satunya sumber. Kita bisa ke New Zealand, India, bahkan Spanyol. Artinya kalau nggak fair nggak mau lah, artinya harga. Jangan ini Indonesia butuh kemudian harga dinaik-naikkan," jelas Djarot.
India juga menjadi salah satu negara incaran Bulog untuk mendatangkan daging sapi. Hal ini sejalan dengan izin pemerintah yang memperluas zona impor sapi dari country based menjadi zone based.
Kebijakan ini memungkinkan pemerintah mengimpor daging sapi lebih banyak dari berbagai negara.
"Saya juga sudah diberi izin cari ke India, kan ada peraturan zone based bukan country based jadi sehat sapinya. Nah kita lihat pasar dulu, ini saya mesti lihat serapan pasar dulu," tutur Djarot.
Untuk diketahui, Perum Bulog mendapat jatah kuota impor daging sapi tahun ini sebanyak 10.000 ton. Dari jatah tersebut, 4.000 ton akan dikeluarkan saat puasa dan lebaran, sedangkan sisanya dikeluarkan secara bertahap pasca lebaran. (ang/ang)











































