3 Proyek Migas Diharap Cukupi Listrik dan Industri Sumut
Selasa, 22 Mar 2005 00:15 WIB
Medan - Tiga proyek minyak dan gas di Sumatera Utara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik dan industri di provinsi ini. Ketiga proyek itu saat ini sedang dalam tahapan eksplorasi, dua di Kabupaten Langkat dan satu di Kabupaten Asahan.Kepada wartawan, Senin (21/3/2005), Kepala Perwakilan Sumbagut Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Gas dan Bumi, Rahmat Priyatna menyatakan, salah satu proyek tersebut adalah SINOPEC International Petroleum yang berkedudukan di Kabupaten Langkat. "Proyek ini telah melakukan pengeboran migas sedalam sekitar 2.000 meter dari 3.500 meter yang direncanakan," jelas Rahmat di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan.Dijelaskan, indikasi ditemukannya gas alam pada lokasi dimaksud cukup besar namun informasi detail tentang cadangan gas pada lokasi tersebut baru dapat disampaikan oleh pihaknya setelah selesai proses pengeboran yang diperhitungkan masih memerlukan waktu sekitar satu bulan lagi.Proyek berikutnya yakni CISTA yang merupakan kerjasama pihak investor Costa International Groups LTD dengan Pertamina yang berkedudukan di Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. "Proyek ini memproduksi gas 30 juta kaki kubik (cubicfeet/CUFT) per hari pada pertengahan tahun ini yang sama artinya 50 persen produksi gas Pertamina di daerah ini sekarang," jelas Rahmat yang juga didampingi Tias Hadi, Field Manager proyek tersebut seraya menjelaskan biaya pengeboran satu sumur rata-rata 2 sampai 4 juta dollar AS.Selanjutnya Asia Petroleum Development (Asahan) LTD (APD) yang merupakan anak perusahaan dari Serica Energy Corporation yang terdaftar di bursa Kanada dan memiliki blok-blok di UK, Spanyol dan Indonesia. Asahan PSC ditandatangani 17 Desember 1996, Operator PT RS Resources, melakukan seismic tahun 1998, pengeboran West Kambuna-1 tahun 2002, investor baru tahun 2003, Operator APD (58,3 persen) dan rencana pengeboran Togar-1 pada bulan Juli 2005. Glagah - Kambuna TAC melakukan seismic tahun 1998 dan rencana pengeboran Kambuna-2 pada Juni 2005.Deliverable gas (gas siap kirim) proyek ini yakni Kambuna-1 sekitar 13 MMSCF per hari dan Kambuna-2 sekitar 25-50 MMSCF per hari dengan volume penjualan diperhitungkan 50 MMSCF per hari. Sedangkan Togar-1 pembangunan lapangan diperkirakan tahun 2007 atau 2008, volume penjualan 25 - 75 MMSCF per hari.
(ast/)











































