Kementan: Malaysia, Singapura, dan Negara Maju Sudah Biasa Daging Beku

Kementan: Malaysia, Singapura, dan Negara Maju Sudah Biasa Daging Beku

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2016 11:35 WIB
Kementan: Malaysia, Singapura, dan Negara Maju Sudah Biasa Daging Beku
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Masyarakat Indonesia lebih memilih daging segar yang baru dipotong ketimbang daging beku. Padahal, daging segar lebih rentan terkena bakteri.

Apalagi harga daging segar di pasar-pasar masih tinggi, mencapai Rp 120.000/kg. Sementara daging beku impor dari Australia dijual di kisaran Rp 80.000/kg.

Ketua Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Gardjita Budi mengatakan hal ini disebabkan mayoritas masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa dengan kualitas daging beku, dan selama ini terbiasa dengan daging yang baru dipotong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di Malaysia, Singapura dan negara-negara maju lain itu sudah terbiasa dengan daging beku. Lidah masyarakat kita itu sudah terbiasa dengan daging hangat. Padahal daging beku itu lebih higienis," katanya ketika ditemui sebelum rapat koordinasi di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (10/06/16).

Padahal menurut Gardjita, kualitas daging beku tidak berbeda dengan daging lokal yang baru saja dipotong. Daging impor dinilailebih higienis karena sudah melewati berbagai proses penanganan yang baik.

"Preferensi masyarakat yang lebih memilih daging hangat dibanding daging beku. Padahal daging beku memiliki kehigienisan yang lebih baik dari daging yang baru dipotong," ucapnya.

Menurut Gardjita, pemerintah akan mencoba mengedukasi masyarakat agar tidak lagi salah persepsi mengenai daging beku. Setidaknya ada tiga keuntungan yang didapatkan dengan memilih daging sapi beku.

"Kita akan coba masyarakat untuk suka dengan daging beku. Karena setidaknya ada tiga keuntungan yang didapat dari daging beku itu. Yang pertama itu lebih higienis, yang kedua itu lebih tahan lama dan yang ketiga, itu lebih murah," pungkasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads