Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, belum terjadinya penurunan harga daging sapi di pasar dikarenakan terlambatnya pemerintah membuka keran impor daging sapi ke dalam negeri.
"Memang iya di samping ada yang terlambat juga, artinya butuh proses memang terlambat juga melakukannya," ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mungkin perlu seminggu dua mingguan ini, itu harus kerja keras," kata Darmin.
Ditemui di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Thomas Lembong juga mengakui hal yang sama. Terlambatnya pemerintah melakukan impor daging sapi beku membuat penurunan harga di pasar belum dapat dirasakan.
Pemerintah sudah merencanakan impor sejak akhir tahun 2015 lalu, namun dalam eksekusinya mengalami kendala sehingga menimbulkan efek di kemudian hari seperti sekarang.
"Jadi memang diakui khusus daging sapi kami agak telat dan lengah dalam pelaksanaan. Perencanaan sudah dari tahun lalu di rakor Kemenko Perekonomian Desember lalu sudah dihitung dan sudah diputuskan. Namun dalam pelaksanaannya kami lengah dan telat untuk mengadakan stok. Karena daging sapi itu perlu persiapan panjang beberapa bulan jadi nggak bisa mendadak," kata Lembong saat blusukan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/6/2016)
Lembong menambahkan, untuk menekan harga daging sapi di pasar pemerintah terus menambah jumlah pasokan baik dari sapi lokal maupun impor dari beberapa negara.
"Kita harus tambah stok terus, kita harus all out untuk tambah stok dari lokal maupun impor untuk memastikan pasok memadahi dan akan tambah terus sampai harga redam," ujar Lembong. (ang/ang)











































