Importir: Daging Impor Rp 80.000/Kg Cocoknya Buat Industri, Bukan Rendang

Importir: Daging Impor Rp 80.000/Kg Cocoknya Buat Industri, Bukan Rendang

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2016 16:25 WIB
Importir: Daging Impor Rp 80.000/Kg Cocoknya Buat Industri, Bukan Rendang
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Untuk melakukan stabilisasi harga daging sapi, pemerintah menugaskan BUMN mengimpor daging sapi beku dan menjualnya di harga Rp 80.000 /kg. Selain itu, kouta impor daging jenis secondary cut ini juga diberikan pada perusahaan swasta.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi), Thomas Sembiring, mengungkapkan harga daging dari jenis CL bisa sangat murah lantaran di negara asalnya itu merupakan daging peruntukan industri sebagai daging olahan.

"Itu daging namanya CL atau Chemical Lean, itu daging dengan kadar lemak tertentu. CL ada yang 65 sampai 95 sesuai kandungan lemaknya, itu untuk kebutuhan industri," katanya kepada detikFinance, Jumat (10/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, daging yang diimpor Bulog merupakan daging jenis 85 CL. Artinya, dari kandungan 1.000 gram atau 1 kilogram, sebanyak 850 gram merupakan daging, dan 150 gram sisanya berupa lemak.

Thomas menjelaskan, dari negara asalnya Australia hingga ke Indonesia, daging 85 CL dipatok seharga Rp 63.000/kg.

"Itu tak bisa buat rendang, kalau buat rawon masih bisa. Kalau untuk kualitas mendekati dengan yang umum dikonsumsi masyarakat kita, dagingnya jenis knuckle, dan sebagainya," ujarnya.

Dia menjelaskan, daging dengan kandungan lemak yang lebih baik dari secondary cut antara lain knuckle Rp 76.000/kg, chuck tender Rp 84.300/kg, chuck roll Rp 80.200/kg, outside Rp 80.000/kg, dan paling mahal yakni inside Rp 89.200/kg.

"Makanya wajar bisa dijual Rp 80.000/kg. Kenapa murah karena memang peruntukannya buat industri, secara kualitas cocoknya buat itu," tutup Thomas. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads