Tomy Winata Gelar Pasar Murah di Pedalaman Lampung

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 13 Jun 2016 08:42 WIB
Foto: Muhammad Idris
Lampung Barat - Letaknya yang berada di tepi kawasan konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), membuat 2 dusun yakni dusun Pamekahan dan Sinar Harapan begitu terpencil. Keduanya secara administratif masuk Desa Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Lampung Barat.

Di tempat terpencil inilah pendiri Artha Graha, Tomy Winata, menggelar operasi pasar murah berupa sembako dan daging sapi. Operasi Pasar (OP) yang dijalankan oleh Artha Graha Peduli (AGP) ini merupakan satu dari sekitar 4.000 titik pasar murah yang digelar oleh lembaga nirlaba tersebut.

Secara geografis, kedua dusun tersebut berada di ujung TWMC yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Sementara, di sebelah Selatan 2 dusun yang dihuni 166 kepala keluarga ini berbatasan langsung dengan lautan lepas Samudera Hindia.

TMWC sebenarnya masih menyambung dengan daratan Sumatera, hanya saja wilayah dusun tersebut baru bisa diakses dengan 3 jam perjalanan dengan perahu motor dari kota kecamatan terdekat di Kabupaten Lampung Barat, Bengkunat. Kedua dusun terisolilasi karena dikelilingi hutan hujan tropis yang menutupi kawasan TWNC.



Akses lainnya hanya bisa diakses dari udara yakni dengan helikopter maupun pesawat kecil di bandara yang landasannya dari tanah liat. Bandara warisan Belanda itu saat ini dikelola oleh TWNC.

Tomy mengaku lebih suka terlibat langsung dengan kegiatan sosial yang berada di pedalaman. Sementara kegiatan sosial lain AGP yang dilalukan di daerah perkotaan dilakukan rata-rata oleh pegawai muda karyawan Artha Graha Network.

"Saya hanya ingin jadi pribadi yang nggak lupa akar. Saya juga pernah mengalami masa sulit seperti mereka, dan saya lebih suka di tempat terpencil seperti ini," ungkap Tomy kepada detikFinance saat acara pasar murah dan buka bersama AGP di Dusun Pamekahan, Minggu (13/6/2016).



Menurutnya, pasar murah dari AGP sendiri dilakukan secara masif di ribuan titik sejak 31 Mei 2016, sampai pada setidaknya sepekan setelah Lebaran. Hal ini dilakukan khususnya untuk membantu pemerintah menstabilkan harga pangan yang tengah diupayakan pemerintah sejak sebelum masuk Ramadan tersebut.

Anton, koordinator pasar murah AGP Dusun Pamekahan menjelaskan, harga paket sembako yang berisi 2 kg beras, 1 kg gula, 1 kg minyak, dan 3 bungkus mie instan ini dihargai sebesar Rp 25.000. Sementara daging sapi beku dipatok seharga Rp 75.000/kg.

Yang unik, kata Anton, sembako dan daging ini bisa dibeli dengan cara dicicil. Pembayaran bisa dilakukan lewat koperasi sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Jumlah paket sembako maupun daging yang disiapkan sesuai dengan jumlah kepala keluarga di kedua dusun.

"Bayarnya bisa menyicil lewat koperasi. Karena kita tahu ada masyarakat yang memang uangnya tak mencukupi. Di sisi lain, seperti di pasar murah tempat lain AGP, kita bisa menggratiskan sembako, namun itu tidak mendidik masyarakat," pungkasnya.

(ang/ang)