Selama Ramadan, Risma Sosialisasikan Proyek Trem ke Warga Surabaya

Selama Ramadan, Risma Sosialisasikan Proyek Trem ke Warga Surabaya

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 13 Jun 2016 16:00 WIB
Selama Ramadan, Risma Sosialisasikan Proyek Trem ke Warga Surabaya
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Proyek transportasi jenis trem di Surabaya bakal segera dimulai. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar aturan pelaksanaan proyek tersebut.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini punya cara sendiri mengisi waktu sembari menunggu terbitnya Perpres tersebut. Memanfaatkan momentum Ramadan, Ia melakukan sahur dan buka bersama masyarakat dan petugas transportasi.

Ini adalah cara Risma melakukan sosialisasi tentang keberadaan moda transportasi yang bakal menghiasi kotanya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ramadan itu digunakan untuk ketemu dengan para pekerja transportasi karena mau ada trem," kata Risma ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (13/6/2010).

Sosialisasi ini, menurut Risma, penting dilakukan lantaran jalur trem ini nantinya akan bersinggungan langsung dengan jalan raya. Artinya trem juga akan bersinggungan dengan kendaraan lainnya.

Dari panjang jalur trem yang akan dibangun sepanjang 17 km, separuhnya bakal berada di pinggir jalan yakni dari Jalan Raya Darmo hingga Jalan Urip Sumoharjo. Namun begitu memasuki Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang dan terus ke arah utara, posisi rel bakal berada di median jalan.

"Jadi mereka (petugas transportasi dan masyarakat) harus saya ajak sosialisasi, gimana cara kerjanya harus dijelaskan. Nanti kalau berhenti di sini angkotnya harus tepat waktu, nah saya pakai waktu saya untuk itu selama buka puasa," tutur Risma.

Pengembangan angkutan trem akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, pengembangan angkutan massal ini dimulai dari depo trem lama di Bumiharjo, Joyoboyo melewati Jl. Raya Darmo hingga ke utara sampai persimpangan Jl. Indrapura-Jl. Rajawali.

Di sepanjang jalur tersebut akan dibangun titik-titik halte/shelter yang letaknya strategis dengan pusat kegiatan masyarakat metropolis. Selanjutnya, pada tahap kedua, rencana pengembangan trem ini akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

Pemkot juga menyiapkan rencana cadangan yang melanjutkan pengembangan trem hingga Terminal Purabaya via frontage road Ahmad Yani sisi barat. Jika rencana itu terealisasi, warga dari Sidoarjo bisa memarkir kendaraan pribadinya di Terminal Purabaya dan bisa melanjutkan perjalanan dengan trem menuju pusat kota Surabaya. Dengan begitu, beban jalan akan kendaraan pribadi dapat dikurangi. (dna/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads