Susi memberikan arahan sekitar 20 menit ke sejumlah karyawan KKP yang memenuhi ruangan ballroom Gedung Mina Bahari III. Selain menyampaikan kabar bahagia bahwa KKP mendapatkan reward dari Kementerian Keuangan atas kinerja dan penggunaan APBN yang baik, Susi juga mengingatkan karyawannya agar tidak lupa bahwasanya pekerjaan yang selama ini dilakukan baru sebatas pencapaian minimal.
"KKP selalu mendapatkan ratting baik dalam semua pembicaraaan. Saya mengerti pekerjaan kita juga belum selesai. Kalau saya pakai standar kerja saya juga masih jauh. Efesiensi juga masih belum efektif, tepat sasaran dalam memberikan bantuan juga masih ada kendala dan belum sesuai arahan," katanya dalam sambutan acara buka puasa bersama di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Senin (13/06/16)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mohon eselon 1, 2 dan 3 memperbaiki kerjanya di direktoratnya. Saya minta sumbangkan waktu dan energi kita dalam membantu pertumbuhan ekonomi negara kita lebih baik. Saya mohon sekali bantuan dari stakeholder diekseksekusi dengan benar. Jangan sampai barang numpuk, tidak dieksekusi. Kalau dari awal kita tidak bisa salurkan ya jangan beli barang," tambahnya.
Susi bahkan mengaku dalam perjalanannya 10 hari terakhir ke daerah masih banyak menemukan nelayan yang kesulitan dalam melakukan operasionalnya.
"Mendengar nelayan saja yang ngomong susah, karena mau nangis mendengar kesulitan yang dia alami. Beli es, SLO (Surat Laik Operasi)-nya baru keluar 3 hari, nggak jadi nangkap. Esnya sudah cair duluan. Apakah pemerintah negeri ini bikin susah rakyat kecil seperti itu. Ini yang jadi tugas kita. Kita bekerja sudah tidak amanah lagi kalau hal seperti itu sudah hal biasa," imbuhnya.
Untuk itu Susi meminta untuk seluruh pejabat eselon di masing-masing direktoratnya segera memperbaiki kinerjanya, melakukan efisiensi pekerjaan, dan anggaran guna melakukan penghematan pada anggaran.
"Negara dalam situasi yang tidak baik. Target pertumbuhan 5% tidak bisa kita raih. Hanya 4,8 atau 4,9. Anggaran-anggaran defisit. Pertumbuhan di bawah target. Kita harus bekerja keras menghemat. Pola-pola lama bisa kita cut dengan extreme cut. Kita pakai operasional yang perlu saja. Karena itu akan jadi persoalan kita tidak punya keberpihakan lagi," katanya.
"Di tangkap juga sama. Saya minta refilling kembali harga-harga yang kemahalan. Di sekretariat, lead sector, cost yang tidak perlu dikeluarkan kita cut," imbuhnya.
Beberapa saat setelah melakukan buka puasa, Menteri KKP Susi Pudjiastuti langsung bergegas menuju ke luar ruangan karena akan menghadiri acara yang lain. Susi mengatakan untuk efisiensi anggaran, KKP telah melakukan penghematan sampai April sebesar Rp 2,8 triliun.
"Kita mendukung untuk efisiensi. Kita mengurangi kegiatan-kegiatan operasional yang tidak perlu. Dan kita sudah self blocking dari April Rp 2,8 triliun," ujarnya sambil meninggalkan Gedung Mina Bahari III.
(ang/ang)











































