Pertumbuhan Ekonomi RI Sangat Bergantung ke China

Pertumbuhan Ekonomi RI Sangat Bergantung ke China

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2016 15:58 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Sangat Bergantung ke China
Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Setelah China mengalami pertumbuhan double digit, perlahan perekonomian China menuju titik keseimbangan baru. Hingga saat ini, pertumbuhan ekonominya terus melambat.

Pada kuartal I-2016, pertumbuhan ekonomi China hanya 6,7%, melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7%.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi China ini juga berdampak bagi negara lain. Indonesia sendiri merasakan dampak yang paling besar jika dibandingkan negara lain karena China merupakan tujuan utama ekspor Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gejolak ekonomi China berdampak lebih besar ke pertumbuhan ekonomi di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Saat ini, 20% tujuan ekspor Indonesia adalah ke China," ungkap Kepala Grup Ekonomi Direktorat Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia, Yoga Affandi, di sela-sela acara Bahana economic Forum di Financial Club, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Ia menambahkan, apapun yang terjadi pada Produk Domestik Bruto (PDB) China akan berpengaruh terhadap PDB Indonesia. Setiap penurunan pertumbuhan ekonomi China 0,5% akan berdampak terhadap penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,1%.

"Apapun yang terjadi pada GDP China akan berdampak pada GDP Indonesia," lanjut Yoga.

Berdasarkan data BI, apabila perekonomian China terus melambat selama 12 kuartal, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun sebesar 0,84%.

Pengaruh China

Menurut Yoga, dampak pelemahan ekonomi China berpengaruh terhadap tiga bagian penting perekonomian Indonesia. Tiga bagian tersebut adalah perdagangan, keuangan, dan harga komoditas.

"Hubungan Indonesia dengan China, kami lihat ada 3 channel yaitu, trade, financial, dan commodity price channel. Dalam 10 tahun terakhir, dampak dari China di perdagangan dan komoditas," kata Yoga.

Saat ini, kondisi perdagangan Indonesia amat bergantung kepada China. Indonesia memandang China sebagai tujuan utama ekspor barang-barang dan komoditas.

"Kondisi perdagangan Indonesia bergantung dari China. China saat ini menjadi tujuan utama ekspor Indonesia, ekspor ke China meningkat drastis dari sisi nilai dan volume," lanjut Yoga.

Komoditas yang diekspor ke China antara lain batu bara, karet dan minyak sawit. Namun belakangan ada kebijakan dari China mengenai ramah lingkungan sehingga mengurangi impor batu bara dari Indonesia.

Ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berkurangnya ekspor Indonesia ke China sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kalau China itu yang ekspor impor berpengaruh, atau riilnya lah. China itu kan kayak badlock-nya lah, kalau dia turun ya mengguncang kita juga," tutur Yoga. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads