Cukai Rokok Naik, Jokowi Ingin Anak Muda Lebih Sehat dan Kompetitif

Cukai Rokok Naik, Jokowi Ingin Anak Muda Lebih Sehat dan Kompetitif

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2016 16:40 WIB
Cukai Rokok Naik, Jokowi Ingin Anak Muda Lebih Sehat dan Kompetitif
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar impor tembakau lebih dulu dikurangi. Kebijakan yang ditempuh adalah kenaikan cukai impor tembakau.

"Kenapa ini dilakukan semata-mata kita ingin mempersiapkan generasi bangsa ke depan yang lebih sehat dan kompetitif," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan hasil rapat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Selanjutkan kenaikan cukai untuk tembakau dalam negeri. Pemerintah juga ingin agar ruang bagi para perokok dipersempit. Terutama pada tempat-tempat yang merupakan ruang publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tempat-tempat untuk merokok pada prinsipnya pemerintah akan melakukan pembatasan hingga dengan demikian ruang bagi para perokok di ruang publik akan semakin terbatas," jelasnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, impor tembakau sudah berlangsung sejak lama. Namun perlu dihitung kembali sebelum kebijakan dikeluarkan.

"Karena sebenarnya dari dulu kita juga impor, maka itu dipelajari dulu berapa banyak kita impor, kemudian membuat aturannya bisa benar," terang Darmin pada kesempatan yang sama.

Terkait dengan konvensi pengendalian tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang dirancang oleh World Health Organization (WHO), masih perlu ada kajian lebih lanjut di tubuh pemerintahan.

Selain itu, pemerintah juga akan menaikkan cukai rokok. Alasan pemerintah ingin mengendalikan tembakau adalah ingin melindungi generasi muda. (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads