Sapi-sapi itu akan dipotong selama Ramadan hingga mendekati Lebaran guna membuat harga stabil.
Hal ini disampaikan Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto usai memantau Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, Rabu dini hari tadi (15/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danny menyebutkan hasil pertemuannya dengan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, dicetuskan bahwa Pemprov Sulsel ikut membantu menyuplai stok sapi ternak dari beberapa kabupaten di Sulsel, sebagai stok cadangan untuk mengantisipasi permintaan tinggi jelang Lebaran.
Dari hasil pantauannya juga diketahui bahwa harga daging has di RPH Makassar seharga Rp 85.000-90.000/kg yang akan dilempar ke pasar-pasar dengan harga sekitar Rp 100.000/kg. Jumlah rata-rata per hari di minggu pertama Ramadan sebanyak 80-90 ekor sapi yang disembelih di RPH Makassar.
"Di Makassar penjualan masih didominasi daging sapi lokal, harga per kilogramnya di pasar mencapai Rp 100.000/kg, berbeda dengan di daerah lain yang lebih tinggi harganya," tutur Danny.
Danny menambahkan, rencana pengembangan RPH Makassar mendatang akan melibatkan bantuan dari pemerintah Australia, dengan keinginan pemerintah Australia sapi-sapi impor dari negaranya dapat dipotong di RPH Makassar.
"Konsep RPH Terpadu masih kami pikirkan, untuk memenuhi permintaan Australia agar sapi-sapi impor juga dapat dipotong di sini, yang pasti kita akan melibatkan sumber daya lokal di sini," pungkas Danny. (mna/feb)











































