Muatan Truk Selalu Berlebih, Ini Alasan Pengusaha

Muatan Truk Selalu Berlebih, Ini Alasan Pengusaha

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2016 13:45 WIB
Muatan Truk Selalu Berlebih, Ini Alasan Pengusaha
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kelebihan muatan pada kendaraan angkutan barang yang melintas di jalan raya menimbulkan masalah di sistem transportasi di Indonesia. Pengusaha truk punya alasan sendiri mengapa muatan barang yang diangkutnya selalu kelebihan beban.

"Overload ini tidak bisa diatasi, karena ada hal yang kita usulkan tapi tidak bisa dimasukkan ke dalam aturan," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, dalam rapat di Kantor Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Usulan aturan yang dimaksud, sambung dia, terkait dengan pembebanan tanggungjawab pengendalian muatan barang. Menurutnya, selama ini tanggung jawab mengenai muatan barang hanya dibebankan pada perusahaan transportasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harusnya, tanggung jawab ini juga dibebankan ke pemilik barang," sambung dia.

Usulan ini tak berlebihan. Karena menurutnya, pengusaha truk tidak punya pilihan lantaran si pemilik barang dengan sadar menyusun muatan barangnya dengan beban yang lebih dari batas yang diizinkan dengan dalih untuk menekan cost atau biaya.

"Kita ambil contoh saja semen. Dari pabrik itu, semen-semen disusun pack-nya. Semua barang sudah diset dengan tonase yang melebihi batas. Kami terpaksa harus ambil, karena kalau tidak diambil, maka akan diangkut perusahaan angkutan yang lain," tutur dia.

Untuk itu, ia mengusulkan agar dibuat aturan yang mengatur pemilik barang tidak lagi memaksakan barang yang dimilikinya diangkut dangan satu kendaraan bila muatannya melebihi kapasitas.

"Barangkali kalau ada tanggung jawab bersama antara pemilik barang, mau membagi kemasan sesuai dengan batas tonase yang sesuai, maka masalah overload ini bisa diatasi," tegas dia. (dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads