Menteri Perdagangan Thomas Lembong menegaskan bahwa produsen dalam negeri perlu berkompetisi dengan importir untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap asing. Kompetisi ini dinilai efektif untuk mengurangi angka impor sekaligus meningkatkan kualitas barang dalam negeri.
"Yang harus dilakukan sebagai produsen domestik anda harus bersaing dengan impor. Jika tidak bisa mengalahkan impor di negara sendiri, bagaimana bisa mengalahkan impor di negara mereka," kata Lembong saat acara Indonesia Economic Quarterly di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, masyarakat Indonesia juga dituntut untuk menciptakan terobosan baru. Keberanian untuk membuat produk yang beda dari biasanya dapat menjadi nilai tambah bagi penjualan produk baik di dalam maupun di luar negeri.
"Kita tidak bisa inovasi tanpa ada hal baru. Eksperimen sering mengalami kegagalan, artinya kita harus cukup toleran dan bisa menerima kegagalan. Ini jadi hal yang baik apakah kita sudah siap mental dan siap merangkulnya ketika mengalami kegagalan," ujar Lembong.
Menurutnya, inovasi yang perlu dilakukan Indonesia di sektor industri adalah beralih dari sektor manufaktur ke sektor jasa. Sehingga dapat tercipta peluang yang lebih besar lagi.
"Di China ada transisi besar-besaran dari manufaktur jadi sektor jasa. Kita juga harus alami transisi dari manufaktur, menjadi barang konsumen maupun jasa serta gaya hidup," pungkas Lembong.
(ang/ang)











































