Namun, pada rapat lanjutan pemerintah dengan Badan Anggaran DPR hari ini, defisit anggaran disetujui sebesar 2,35% dari PDB atau sebesar Rp 298,7 triliun.
"Defisit dari 2,48% jadi 2,35% dari PDB. Harus turun biar pemerintah lebih kredibel," kata Wakil Ketua Banggar, Said Abdullah, pada saat rapat Banggar dengan pemerintah, di Gedung DPR, Senin (20/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa ada penyesuaian lagi di belanja. Makanya ada belanja yang boleh, yaitu belanja mendesak dan belanja prioritas. Itu perintah kepada pemerintah supaya disusun ulang sambil lihat lagi belanjanya," ujar Suahasil.
Sebelumnya pemerintah sempat mengusulkan tambahan pembiayaan sebesar Rp 40,2 triliun, terdiri dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun lalu sebesar Rp 19 triliun dan 21,2 triliun sisanya didapat di pasar melalui penerbitan surat utang. (hns/hns)











































