BUMN konstruksi ini ditetapkan sebagai pemenang pekerjaan Proyek Pembangunan LRT Koridor 1 (Fase 1) Kelapa Gading-Velodrome dan Depo LRT Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Total nilai pekerjaan Rp 63,427 miliar.
"Rencananya proyek ini akan berlangsung selama 177 hari kalender kerja dengan lingkup pekerjaan yang terdiri dari beberapa komponen utama," tulis keterangan tertulis WIKA, Rabu (22/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Pekerjaan yang akan dilakukan WIKA sebagai kontraktor dalam proyek LRT, di antaranya:
1. Pembuatan usulan denah umum lapangan untuk pembangunan jalan layang LRT,
2. Pekerjaan pengadaan dan pemasangan pagar pengaman di area Depot LRT Kelapa Gading,
3. Pekerjaan pemotongan pohon eksisting dan penanaman pohon pengganti di area Depot dan di sepanjang trase LRT Koridor 1,
4. Pekerjaan pembersihan lahan di area Depot dan sepanjang Koridor 1 dari Depot Kelapa Gading ke Velodrome,
5. Pekerjaan investigasi utilitas (test pit di lokasi pier/pondasi; koordinasi dengan pemilik utilitas; menyampaikan laporan gambar atau diagram utilitas untuk direview dan disetujui oleh engineer),
6. Mengidentifikasi pelengkap/rambu-rambu jalan yang perlu dipindahkan atau dibongkar,
7. Pekerjaan pendukung lainnya sebagaimana tercantum dalam gambar dan Bill of Quantity.
![]() |
Selain LRT, WIKA melalui entitas anak usahanya, PT WIKA Gedung juga terlibat penuh dalam design and build Velodrome Jakarta Project. WIKA Gedung yang berkonsorsium dengan ES Global Ltd, perusahaan asal Inggris dengan portofolio, pengalaman, dan spesialisasi teknis terbaik rancang bangun beberapa arena balap dunia ditetapkan sebagai pemenang Pekerjaan Jasa Rancang Bangun Pembangunan Velodrome Jakarta Timur
dengan total nilai US$ 1 8.682.230 dan Rp 265,63 miliar berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo.
![]() |
"Rencananya velodrome yang disiapkan sebagai venue balap sepeda pada gelaran Asian Games 2018 mendatang ini akan berlangsung selama 26 bulan kalender kerja dengan lingkup pekerjaan rancang bangun velodrome yang memiliki sertifikat standard dari Federasi Balap Sepeda Dunia,
Union Cycliste Internationale (UCI)," tutupnya. (feb/hns)














































