Keran Impor Daging Dibuka Lebar, Bagaimana Nasib Peternak?

Keran Impor Daging Dibuka Lebar, Bagaimana Nasib Peternak?

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2016 14:34 WIB
Keran Impor Daging Dibuka Lebar, Bagaimana Nasib Peternak?
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Sebanyak 8.110 ton daging beku impor untuk industri dijual dalam operasi pasar dengan harga Rp 70.000-80.000/kg. Pemerintah juga akan menambah lagi impor demi menekan harga daging hingga di bawah Rp 80.000/kg.

Beberapa pihak khawatir masuknya daging beku tersebut membuat peternak sapi lokal merugi akibat anjloknya harga. Namun, menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Muladno, impor daging tidak merugikan peternak.

Justru, yang paling dirugikan adalah pedagang yang selama ini memainkan harga daging sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sejak dulu dibuka semua, biar ketahuan selama ini siapa yang mainkan harga. Siapa bilang peternak berteriak, peternak yang mana? Yang berteriak itu pedagang atau tengkulak," kata Muladno ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Diungkapkan Muladno, saat impor daging dibuka lebar sekaligus untuk memperbaiki struktur pasar, pihaknya saat ini fokus melakukan pembenahan pada program-program pemberdayaan peternak lokal.

"Peternak harus jamaah dulu, yang salah itu kalau peternak ini dibiarkan sendiri, kita benahi dengan SPR (sentra peternakan rakyat). Biar nanti peternak yang ngomong stok sendiri, jangan pemerintah yang ngomong. Kalau sekarang memang sapinya nggak ada, mau tidak mau impor," jelas dia. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads