Beberapa pihak khawatir masuknya daging beku tersebut membuat peternak sapi lokal merugi akibat anjloknya harga. Namun, menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Muladno, impor daging tidak merugikan peternak.
Justru, yang paling dirugikan adalah pedagang yang selama ini memainkan harga daging sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Muladno, saat impor daging dibuka lebar sekaligus untuk memperbaiki struktur pasar, pihaknya saat ini fokus melakukan pembenahan pada program-program pemberdayaan peternak lokal.
"Peternak harus jamaah dulu, yang salah itu kalau peternak ini dibiarkan sendiri, kita benahi dengan SPR (sentra peternakan rakyat). Biar nanti peternak yang ngomong stok sendiri, jangan pemerintah yang ngomong. Kalau sekarang memang sapinya nggak ada, mau tidak mau impor," jelas dia. (hns/hns)











































