Dana segar ini diusulkan untuk menambah runway ke-3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
"Ada kebutuhan perusahaan untuk menambah runway ke-3 untuk memperlancar aktifitas di bandara (Bandara Soetta)," kata Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi saat rapat kerja dengan Komisi VI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2023, AP memprediksi ada 520.000 pergerakan pesawat per tahun sehingga dibutuhkan pembangunan runway baru. Runway baru ini akan dibangun secara bertahap mulai sekarang dan diharapkan bisa beroperasi di akhir 2017.
"Pergerakan kita 412.000 tiap tahun standar dari FAA melebih 420.000 harus ada 3 runway, di 2023 ada 520.000 pergerakkan, apabila lancar runway ke-3 beroperasi akhir 2017 atau awal 2018," jelas Budi.
Selain itu, ia menambahkan bahwa PMN kali ini merupakan PMN terakhir yang diminta oleh AP II. Ia berkeyakinan setelah Terminal 3 Ultimate beroperasi, AP II mampu mendanai sendiri pengembangan bandara tanpa PMN.
"Ini terakhir kali kami minta PMN, memang cash flow kami akan berat saat ini tetapi setelah beroperasi kami akan bisa mendanai sendiri. Tahun 2021 keuntungan kami prediksi sudah Rp 5 triliun dan akan punya Rp 100 triliun market cap," tutur Budi. (feb/feb)











































