"Ini untuk perencanaan tahun 2017 nanti. Baiknya sapi itu diimpor dalam keadaan hamil dan juga yang masih umurnya masih kecil," jelas Dedi saat menemani Ketum DPP Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov), melakukan sidak di Pasar Ki Sunda Leuwipanjang (Pasar Senen), Kabupaten Purwakarta, Kamis (23/6/2016).
Nantinya, kata Dedi, sapi bunting ini bisa dipelihara hingga beranak. Sementara sapi impor yang masih kecil akan dipelihara secara khusus dan menjalani proses penggemukan hingga akhirnya siap memenuhi kebutuhan untuk tahun 2017 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi mengatakan jika rencana tersebut bisa teralisasi maka Pemkab Purwakarta siap membantu menyediakan lahan untuk dijadikan peternakan dengan menggunakan jasa peternak lokal yang tentunya sudah diberi pendidikan terlebih dahulu.
Hal tersebut pun nantinya bisa sejalan dengan program Pemkab Purwakarta yang rencananya akan membangun pusat peternakan berbasis kebudayaan dan pariwisata dengan membeli sapi dari Australia dan mendatangkan langsung peternaknya untuk berbagi ilmu dengan peternak local.
"Saya yakin dengan bibit sapi yang baik, pemeliharaan yang profesional, dan peternak yang terdidik maka sapi di Purwakarta nantinya bisa memenuhi kebutuhan daging di Jabar dan Jakarta," pungkas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu. (ang/ang)











































