RI dan Malaysia Impor Sapi dari Australia, Tapi Harga Daging di RI Lebih Mahal

RI dan Malaysia Impor Sapi dari Australia, Tapi Harga Daging di RI Lebih Mahal

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2016 19:37 WIB
RI dan Malaysia Impor Sapi dari Australia, Tapi Harga Daging di RI Lebih Mahal
Foto: Dok.detikcom
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah lama mengendus ada ketidakberesan dalam tata niaga daging sapi di Indonesia. Pasalnya, negara tetangga, Malaysia, yang selama ini juga jadi importir sapi dari Australia, bisa menjual daging segar di harga Rp 80.000/kg.

Sedangkan di Indonesia, daging segar dijual dengan banderol harga sekitar Rp 120.000/kg atau lebih.

"Benchmark kita kan ke Malaysia. Harga daging di sana variasi, tapi daging sapi segar rata-rata Rp 80.000/kg, yang lebih murah lagi daging kerbau India. Bagaimana bisa di sana lebih murah, padahal sumbernya sama dari Australia," ujar Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, saat menyambangi kantor redaksi detikcom, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarkawi mengakui, struktur pasar di Malaysia memang lebih baik, namun sumber utama mahalnya harga daging tetap ada di sisi pasokannya.

"Di Malaysia memang sistem distribusinya sudah bagus. Tapi yang jadi pertanyaan di sana bisa Rp 80.000/kg, Pak Jokowi ini pemikirannya sederhana, kalau daging yang sama kenapa Malaysia lebih murah. Tapi ini yang harus diterjemahkan pembantu-pembantunya (menteri) Presiden," ucapnya.

Diungkapkan Syarkawi, pihaknya sudah sejak lama mempelajari struktur pasar kedua negara tersebut. Bahkan, lanjutnya, pihaknya sudah lama berkirim surat dengan KPPU Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya.

"Saya sudah kirim surat ke KPPU Malaysia, juga ke KPPU Filipina, Australia, kemudian ke Thailand. Semua sudah membalas surat kita, kecuali KPPU Australia," tutupnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads