KPPU Akan Selidiki Dugaan Kartel Impor Sapi dari Australia

KPPU Akan Selidiki Dugaan Kartel Impor Sapi dari Australia

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2016 20:17 WIB
KPPU Akan Selidiki Dugaan Kartel Impor Sapi dari Australia
Foto: Dok.detikcom
Jakarta - Usai memvonis 32 perusahaan penggemukan sapi (feedloter) , Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kini mulai melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan perusahaan Australia dalam kasus kartel yang membuat mahalnya harga daging di Indonesia.

Menurut Ketua KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf, Malaysia selama ini juga mengimpor sapi hidup dari Australia, namun pedagang di Negeri Jiran tersebut bisa menjual harga daging sapi segar dengan harga Rp 80.000/kg.

"Malaysia impor juga dari Australia tapi daging segarnya bisa Rp 80.000/kg. Bahkan ada yang Rp 60.000/kg, mereka ada kerbau dan sapi, kalau jenis daging yang sama dari Australia tapi bisa lebih murah," kata Syarkawi saat menyambangi kantor redaksi detikcom, Jakarta, Jumat (24/6/2016)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lagi mau selidiki kenapa bisa lebih murah, jangan-jangan kartelnya sejak dari sana. Apa feedloter kita selama ini mengimpor dari perusahaan-perusahaan yang sama," tambahnya.

Syarkawi menjelaskan, pihaknya juga tengah menyelidiki dugaan keterlibatan perusahaan Asutralia saat proses pengiriman.

"Dari 55 perusahaan ada yang dapat kuota 10.000 (ekor), ada yang 5.000, ada yang 7.000. Kalau angkut sendiri-sendiri ongkos mahal. Yang terjadi feedloter kerja sama untuk mengapalkan sapi dari Australia, jangan-jangan itu diambil dari sumber yang sama," ucapnya.

"Kita hampir 100% impor sapi dari Australia. Kita kirimi surat KPPU-nya Australia, kita minta kerja samanya, di Australia ini yang impor dari perusahaan mana, peternakannya siapa," jelas Syarkawi. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads