Akibatnya, petugas ATC sulit untuk melihat pergerakan pesawat di apron.
Hal tersebut disampaikan Jonan saat meninjau kesiapan Bandara Ngurah Rai jelang musim mudik Lebaran, Sabtu (25/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tower ATC harus dipindah. Mungkin tahun ini. Harus diperbaharui, kurang tinggi. Karena bangunan terminal sekarang melebihi tower, jadi banyak yang tidak kelihatan. Makanya sekarang dibikinkan apron movement control atau AMC, supaya tetap sesuai dengan standar keselamatan", ujar Jonan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/6/2016).
Terkait dengan kesiapan Bandara Ngurah Rai dalam menghadapi musim mudik Lebaran, Jonan berpendapat bahwa bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I (AP I) ini telah siap.
"Pelayanan terminal saya kira tidak ada masalah. Menurut saya, mau itu mudik atau liburan, (Bandara Ngurah Rai) selalu penuh," tambahnya.
Kalau dilihat dari pengalaman tahun lalu, lanjut Jonan, pelayanan penumpang, bagasi, dan lain sebagainya tidak ada masalah. Selain karena personil bandara yang siap, kerja sama antar stakeholder juga terjalin dengan bagus. Bahkan Jonan berharap bahwa bandara-bandara lain meniru Bandara Ngurah Rai.
"Menurut saya, bandara-bandara besar dari 35 bandara yang difokuskan untuk operasi angkutan Lebaran, harus meniru Bandara Ngurah Rai. Seluruh staleholdernya kompak, fokus. Saya harap bandara lainnya juga begini," ucap Jonan.
Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan AP I, Farid Indra menjelaskan bahwa menara ATC akan dibangun baru. Pembangunan akan dilakukan oleh Perum Navigasi atau AirNav.
"Dilakukan oleh AirNav. Lokasinya (lokasi menara ATC baru) di selatan tanah AP I," ujar Farid. (feb/feb)











































