"Harus dong (tingkatkan produksi). Jagung tahun ini (fokus), sekarang petani lagi bergairah tanam jagung, harus fokus," kata Amran ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/6/2016).
"Saya baru dari Surabaya. Semua teman-teman senang, harganya bagus, kemudian di tingkat pabrikan bagus," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor jagung sudah tertekan 47%. Jadi sudah ada keseimbangan baru," ucap Amran.
Sebelumnya, Amran menargetkan Indonesia sudah bisa swasembada jagung paling lambat di 2018. Bahkan, jika program perluasan areal tanam dan harga jagung bisa stabil, dirinya optimis jagung tak perlu lagi impor di 2017.
"Impor jagung sampai bulan ini turun 47%, turun dibandingkan tahun lalu. Sekarang impornya hanya 800.000 ton, kalau terus dipertahankan (impor) turun 50% maksimal, 2018 bisa swasemnada. Malah bisa jadi 2017 bila perlu impor tak ada lagi," kata dia beberapa waktu lalu. (feb/feb)











































