Wilayah perairan Natuna disebut Susi bagaikan mangkok yang menampung ikan dari segala penjuru, sehingga menjadi sangat kaya akan ikan.
"Natuna memang spesial karena dia seperti mangkok tempat ikan datang dari mana-mana. Sama seperti Laut Arafuru, sangat kaya, potensi perikanannya sangat tinggi," kata Susi dalam wawancara khusus dengan detikFinance di KKP, Jakarta, Selasa (28/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kerapu hidup, napoleon, rumput laut. Tuna nggak banyak karena wilayahnya dangkal," Susi menuturkan.
Selain kaya, Laut Natuna berbatasan dengan wilayah berbagai negara. Maka tak heran kapal nelayan dari Vietnam, Thailand, China sering memasuki perairan Natuna.
"Paling dekat dari laut mereka, perbatasan laut kan nggak jelas, hanya air. Bagi saya, selama ikannya masih di koordinat di ZEE kita ya ikan kita. Begitu ikannya nyeberang keluar dari ZEE kita ya silahkan ambil, tapi selama di ZEE kita ya milik kita," papar Susi.
Para nelayan China juga sering menangkap ikan di Natuna karena perairannya sendiri banyak yang sudah ditutup untuk konservasi.
"Wilayah dia sudah banyak yang ditutup untuk konservasi, ada moratorium juga. Daerah sendiri ditutup karena moratorium, negara lain diambilin," Susi mengungkapkan.
Susi meminta semua negara menghormati kedaulatan Indonesia di Natuna. Semua kapal asing yang masuk ke Natuna harus ditangkap, tak peduli asal negaranya.
"Sama saja Thailand, China, atau siapa pun yang berbuat kriminal sama saja, semua tidak benar," tandasnya. (feb/feb)











































