Nelayan Indonesia yang menangkap ikan di Natuna relatif sedikit, kalah jumlahnya dibanding kapal asing pencuri ikan.
Untuk menjaga kedaulatan Indonesia di perairan Natuna, dan supaya kekayaan laut Indonesia dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan meningkatkan kehadiran nelayan Indonesia di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang sudah ada 300-an kapal dari Pantura yang menangkap di sana. Kita akan bawa lebih banyak lagi. Kemampuan kita ada, kapal dari Pantura itu ribuan. Dari Jakarta sampai Surabaya itu 6.000 kapal besar-besar yang ukuran 70-200 GT itu ada," kata Susi dalam wawancara khusus dengan detikFinance di KKP, Jakarta, Selasa (28/6/2016).
Saat ini laut di Pantura Jawa sudah terlalu padat oleh aktivitas penangkapan ikan sehingga para nelayannya harus mencari ikan ke daerah-daerah lain seperti perairan Kalimantan, Sumatera, dan sebagainya.
Agar tak terjadi konflik sosial antara nelayan dari Pantura dengan nelayan dari daerah-daerah lain, maka perlu dicarikan wilayah tangkapan baru. Kebetulan perairan Natuna masih sepi dari nelayan Indonesia, ikannya juga melimpah ruah.
"Daripada nangkap di laut Kalimantan nanti orang Kalimantan marah, nangkap di Selat Karimata nanti ditangkap di Palembang. Mending kita bawa (nelayan dari Pantura) ke sana (Natuna) saja," ucap Susi.
Di Pulau Natuna juga akan dibangun industri pengolahan ikan. Hasilnya nanti akan disuplai untuk memenuhi permintaan di Pulau Jawa.
"Kita perlu ikan dari sana untuk suplai ke Jawa. Jadi kalau ada industri pengolahan ikan di sana harus dipastikan industri itu memasok kebutuhan ikan untuk penduduk Pulau Jawa, kalau diekspor nanti kita kering ikan," pungkasnya. (feb/feb)











































