Susi Ingin Bangun Industri Perikanan di Natuna, Tapi Listriknya Tak Ada

Susi Ingin Bangun Industri Perikanan di Natuna, Tapi Listriknya Tak Ada

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2016 11:10 WIB
Susi Ingin Bangun Industri Perikanan di Natuna, Tapi Listriknya Tak Ada
Foto: Angga Aliya ZRF
Jakarta - Pada Kamis (23/6/2016) pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak menuju Kepulauan Natuna untuk melihat langsung potensi ekonomi di wilayah terdepan Indonesia itu.

Di Kepulauan Natuna, Jokowi menggelar rapat terbatas dengan beberapa menteri Kabinet Kerja mengenai percepatan pembangunan Natuna. Rapat digelar di atas kapal perang KRI Bonjol 383.

Kunjungan Jokowi ini terkait dengan klaim China bahwa perairan Natuna termasuk wilayah penangkapan tradisional nelayan China. Ketika ada kapal nelayan China yang ditangkap TNI Angkatan Laut karena mencuri ikan di perairan Natuna, pemerintah China membela nelayannya dengan argumen tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menegaskan kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna, maka pembangunan kawasan tersebut harus dipercepat, diperlihatkan bahwa negara benar-benar hadir di Natuna. Salah satu arahan yang diberikan Jokowi adalah pengembangan industri perikanan di Natuna.

Terkait dengan arahan dari Jokowi tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa pihaknya memang ingin membangun industri perikanan di sana. Rencananya di sana akan dibangun pendingin (cold storage) untuk ikan.

"Pendingin saja, kalau ikan kalengan di sana kurang cocok. Pendingin yang utama," kata Susi dalam wawancara khusus dengan detikFinance di KKP, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Lanjut Susi, dua BUMN perikanan, yaitu Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) sudah siap untuk membangunnya. Beberapa pihak swasta juga berminat mengembangkan industri perikanan di Natuna. Tetapi kendalanya adalah pasokan listrik.

"Perindo mau masuk, Perinus mau masuk. Pengusaha yang punya kapal sudah pada senang mau ke sana. Tapi investor nunggu ada listrik," Susi mengungkapkan.

Susi berharap kementerian terkait dapat membantu menyelesaikan masalah pasokan listrik di Natuna.

"Belum ada listrik, persoalan besar kita adalah power plant. Not enough power, harus dipikirkan," tandasnya. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads