Impor Gandum Naik Hampir 1.000%, Terbesar dari Ukraina

Impor Gandum Naik Hampir 1.000%, Terbesar dari Ukraina

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2016 11:34 WIB
Impor Gandum Naik Hampir 1.000%, Terbesar dari Ukraina
Foto: Reuters
Jakarta - Pengusaha industri pakan ternak mengaku masih kesulitan mencari jagung lokal. Di sisi lain, impor jagung dibatasi oleh pemerintah. Kondisi ini membuat mereka mengimpor gandum sebagai alternatif bahan baku pakan ternak.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), FX Sudirman, mengungkapkan realisasi impor gandum pada periode Januari-Mei 2016 melonjak menjadi 1,8 juta ton, naik dari periode yang sama di 2015 sebesar 230.000 ton, dari rencana impor sampai Juni 2016 sebesar 2,5 juta ton.

"Naiknya hampir 1.000% kalau dari rencana. Jadi kenapa impor jagung turun 47% tahun ini memang benar faktanya, tapi itu karena industri sudah beralih ke gandum. Impor gandum yang realisasi akhir Mei 1,8 juta ton, dari rencana 2,5 juta ton sampai Juni," kata Sudirman kepada detikFinance, Rabu (29/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, impor gandum sebagaian besar didatangkan dari Ukraina dan Paraguay. Sebagian lagi berasal dari Australia dan negara-negara Eropa lain seperti Rusia.

"Kami juga beli jagung lokal kalau memang mencukupi. Masalahnya kita butuh kepastian saja, kalau memang ada program peningkatan prouduksi jagung kan tak butuh waktu, tak serta merta dibatasi," ucap Sudirman.

GPMT mencatat, gandum yang baru diimpor industri pakan ternak dalam waktu dekat sebesar 157.855 ton. Gandum untuk pakan tersebut meliputi sebanyak 89.545 ton dalam proses pengajuan SPP (Surat Pemberitahuan Pemasukan), dan sebanyak 66.310 ton sedang dalam proses pemuatan di negara asal.

Gandum impor tersebut akan dipakai untuk kebutuhan 32 hari pemakaian, setelah stok jagung dan gandum perusahaan pakan ternak habis pada 12 Agustus 2016 mendatang. Sementara kontrak untuk bulan selanjutnya yang sudah selesai, namun belum masuk proses pemuatan sebesar 165.800 ton.

Sementara itu, realisasi penyerapan jagung oleh industri pakan dari petani sepanjang Januari-Mei 2016 sebesar 1,67 juta ton. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads