Di Pasar Kramat Jati, Amran kembali mengecek operasi pasar daging sapi seharga di bawah Rp 80.000/kg. Di pasar ini, salah satu importir daging sapi, PT Suri Nusantara Jaya, menjual daging sapi Rp 79.000/kg.
Kepada bos perusahaan tersebut, Amran berpesan agar operasi pasar ini jangan hanya seremoni saja alias pura-pura, hanya dilakukan saat kedatangan menteri. Amran tak mau operasi pasar bubar begitu dirinya pergi dari pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak, kalau Bapak seremoni saja, saya cabut izin Bapak, Bapak nggak jualan daging sapi lagi," kata Amran, kepada pemilik PT Suri Nusantara Kaya di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis (30/6/2016).
"Ini orangnya, dia janji depan saya," kata Amran sambil menunjuk pemilik perusahaan.
"Bapak diberi untung kan?" tanya Amran. "Untung Pak," jawab pemilik PT Suri Nusantara Kaya.
Kemudian kepada pejabat eselon II Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan yang mendampinginya, Amran memerintahkan agar pejabat tersebut tak ragu untuk mencabut jatah impor perusahaan ini, kalau ternyata operasi pasar hanya main-main. "Kalau main-main, kurangi jatahnya, atau kalau perlu cabut rekomendasinya," tegasnya.
Kata Amran, yang penting masyarakat bisa membeli daging sapi di pasar-pasar becek dengan harga di bawah Rp 80.000/kg. "Yang terpenting ada daging murah, masuk di lapak-lapak, sudah masuk di 18 pasar, kita lanjutkan," tutupnya. (wdl/wdl)











































