Pelanggaran impor daging sapi paling banyak terjadi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia yaitu di Entikong, Kalimantan Barat.
Masuknya daging sapi ilegal dari pintu perbatasan tersebut termasuk paling ramai lantaran dibawa secara individu. Meskipun demikian, dari segi jumlah impor daging sapi ilegal paling banyak terjadi masih di Pelabuhan Tanjung Priok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan jumlah impor ilegal ini terjadi akibat beberapa faktor, antara lain kebijakan pemerintah dalam menambah kuota impor daging sapi ke Indonesia. Selain itu, pemeriksaan Bea Cukai terhadap barang impor juga semakin ketat untuk menghindari barang yang tidak diinginkan masuk ke wilayah Indonesia.
"Tahun ini ada dua faktor, faktor pertama kuota yg diberikan lebih dari kuota tahun kemarin. kedua Bea Cukai antisipasi dengan pemeriksaan yang mendalam, yang nggak boleh masuk kita sita," tutur Heru.
Sedangkan asal negara pengimpor daging sapi masih didominasi pemain lama, yaitu Australia dan Selandia Baru.
"Kebanyakan dari Australia dan New Zealand," ujar Heru. (ang/ang)











































