PT KCIC Gandeng BPPT untuk Transfer Teknologi Kereta Cepat

PT KCIC Gandeng BPPT untuk Transfer Teknologi Kereta Cepat

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2016 19:30 WIB
PT KCIC Gandeng BPPT untuk Transfer Teknologi Kereta Cepat
Foto: Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan (Bisma Alief/Detik)
Jakarta - Agar alih teknologi pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km dapat terwujud dalam waktu singkat, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pengembang akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai mitra.

BPPT akan masuk untuk mendampingi KCIC dalam pengkajian dan penerapan teknologi transportasi yang menghasilkan pemanfaatan standar dan sertifikasi sistem sarana dan prasarana kereta cepat.

Rencana kerja sama ini disampaikan Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan di Hause Rooftop, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hanggoro, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dalam negeri ini perlu melibatkan BPPT sebagai lembaga pemerintah dalam melakukan pengkajian dan penerapan teknologi kereta cepat.

"Keterlibatan BPPT akan dirumuskan dalam perjanjian kerja sama, agar program alih teknologi lebih terencana dan sistematis. Sehingga diharapkan dapat mempercepat serta memperluas penggunaan teknologi kereta cepat di tanah air," katanya.

Kereta Cepat Jakarta Bandung yang rencananya mulai beroperasi Mei 2019 ini, lanjut Hanggoro sarat dengan teknologi canggih, mulai konstruksi sipil, infrastruktur kereta cepat, teknologi EMU (Electric Multiple Unit), sistem persinyalan/sistem komunikasi, hingga teknologi keselamatan (safety).

Oleh sebab itu, bantuan BPPT diperlukan untuk melakukan pengkajian, monitoring, dan evaluasi penerapan teknologinya.

Sementara itu, Direktur PTSPT BPPT, Rizqon Fajar mengakui pihaknya akan mendukung proyek kereta cepat demi mendorong kemajuan pembangunan sistem transportasi perkeretaapian yang tangguh di Indonesia.

Menurutnya, BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi, telah menyampaikan bahwa kereta api adalah salah satu sarana transportasi yang mampu mempercepat pembangunan.

"Teknologi kereta cepat ini menjadi solusi bagi masa depan transportasi nasional yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kereta yang memiliki daya angkut yang besar, dapat menurunkan beban di moda transportasi lain seperti darat dan udara," ujar Rizqon.

Sebelumnya, dalam rangka alih teknologi, KCIC juga telah mempersiapkan serangkaian pelatihan teknis untuk SDM terkait pengelolaan kereta cepat yang rencananya dilaksanakan secara bertahap. Saat Ini, pelatihan SDM bersebut telah terlaksana untuk dua gelombang, yakni Marat dan Mei 2016 lalu.

Tahap selanjutnya, menurut Hanggoro, adalah rangkaian pelatihan dalam rangka alih teknologi. KCIC akan melakukan pengiriman personil di dalam konsorsium BUMN Indonesia dan lembaga terkait dalam bentuk pendidikan formal dan non formal di China serta sekaligus melakukan kegiatan magang di China Railway International Co.Ltd.

Sementara itu, bagi ribuan tenaga kerja lokal yang akan bersinggungan langsung dengan proyek kereta cepat Jakarta Bandung, KCIC akan menyiapkan pelatihan di Indonesia. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads