Ini Lahan yang Sudah Dibebaskan untuk Proyek Kereta Cepat JKT-BDG

Ini Lahan yang Sudah Dibebaskan untuk Proyek Kereta Cepat JKT-BDG

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2016 20:55 WIB
Ini Lahan yang Sudah Dibebaskan untuk Proyek Kereta Cepat JKT-BDG
Foto: Presiden Jokowi saat menghadiri groundbreaking kereta cepat (Hasan Alhabshy?Detik)
Jakarta - Lahan merupakan elemen utama dalam pembangunan sebuah proyek, tanpa adanya lahan proyek dengan dana sebanyak apapun tidak akan dapat terwujud. Begitu juga dengan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan bisa rampung Mei 2019.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Hanggoro Budi Wiryawan mengaku bahwa proses pembebasan lahan tidak lagi jalan di tempat. Beberapa wilayah yang akan dilalui kereta cepat sudah memperoleh izin pembebasan lahannya.

"Pembebasan tanah Alhamdulillah sosialisasi sudah menyeluruh dan pembebasan tanah tiap sesinya sudah dilakukan juga, terutama dari sisi Tegalluar Bandung, Bandung Barat, kemudian melangkah ke Karawang," ujar Hanggoro di Hause Rooftop, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun belum menyeluruh, pihaknya mengaku bahwa proses pembebasan lahan akan terus dilakukan secara bertahap.

"Jadi kita harapkan pembebasan tanah ini bisa cepat direalisasikan. Memang ini merupakan perjuangan yang sangat berat. Proyek-proyek strategis di Indonesia kendala utama adalah pembebasan tanah," tutur Hanggoro.

Terkait pencairan dana proyek dari China Development Bank, KCIC tengah melakukan negosiasi agar pencairan dana dapat dilakukan secepatnya. Sehingga diharapkan pada bulan Juli mendatang, titik terang dari pendanaan China Development Bank dapat terlihat.

Kemudian, KCIC akan melakukan negosiasi internal dengan empat BUMN anggota konsorsium Indonesia yang terlibat dalam proyek ini terkait andil pendanaan.

"Terkait dengan pendanaan ini masih negosiasi dengan China Development Bank. Ini masih berproses terus karena kami juga secara internal dengan 4 empat BUMN banyak hal yang harus kita selesaikan. Mudah-mudahan dalam satu bulan sudah ada persetujuan dalam diskusi yang dilakukan dua hari yang lalu," ungkap Hanggoro. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads