Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Jun 2016 21:25 WIB

Cerita Mendag Soal Masalah Penyelundupan yang Dibahas Khusus di Istana

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Trikasih Lembong, menyebut maraknya penyelundupan di perbatasan masih jadi masalah akut sampai saat ini. Bahkan, penyelundupan sampai dibahas Presiden dengan kabinetnya.

"Penyelundupan kemarin pagi dengan Pak Presiden sampai ada rapat terbatas khusus penyelundupan. Bukan hanya perbatasan Indonesia-Malaysia, tapi secara umum. Ada Panglima TNI, Kapolri, Dirjen Bea Cukai, dan menteri terkait," kata Lembong usai pertemuan dengan Mendag Malaysia, di Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Menurut dia, jalan terbaik untuk menuntaskan masalah maraknya penyelundupan yakni dengan membangun sarana dan prasana, serta menciptakan sistem perdagangan yang baik di perbatasan.

"Sementara ini kalau dari saya, kita bisa lebih kembangkan wilayah perbatasan dengan saran maupun sistem yang baik, termasuk kerja sama pejabat di kedua belah sisi. Lama-kelamaan sistem yang tertib dengan sendirinya," jelas Lembong.

"Semakin kembangkan sektor, semakin banyak peluang orang dagang dan wirawasta di formal juga. Kalau negara nggak hadir bangun sarana-sarana yang nyaman, nggak ada pelayanan publik yang baik, sulit ubah perniagaan yang informal ke sektor formal," imbuhnya.

Jika perbaikan tersebut dilakukan di perbatasan, sambung dia, maraknya perdagangan gelap bisa diminimalkan. Lantaran perdagangan resmi dianggap sama menguntungkannya dibanding melakukan penyelundupan.

"Bayangan saya, kalau bisa sarananya baik, sistem yang baik, akan sangat permudah sektor formal. Nggak usah lagi umpet-umpetan. Registrasi dimudahkan, prosedur ringan, jadi orang tak takut lagi berdagang secara tertib," tutup Lembong. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com