Landasan baru dibangun untuk mengurai kepadatan pesawat yang akan take off maupun landing.
"Sekarang kan masih antre pesawat muter-muter, nanti (ada runway) nggak ada antre lagi," ujar Direktur AP II, Budi Karya Sumadi, di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sulit pembebasan lahan, teknisnya nggak terlalu. Desember 2016 ini selesai maunya kita," kata Budi.
Saat ini lahan yang sudah dibebaskan baru mencapai 40 hektar dari yang ditargetkan seluas 200 hektar. Biaya yang dibutuhkan untuk membebaskan tanah ini sebesar Rp 3 Triliun, sementara investasi pembangunan runway mencapai Rp 3 Triliun.
"Luasnya 200 hektar, yang sudah kita bebaskan 40 hektar, kita koordinasikan 170 hektar, biayanya Rp 3 triliun, untuk pembebasan, pembangunannya Rp 3 triliun, total Rp 6 triliun," jelas Budi. (feb/feb)










































