Bisnis Ketupat Lebaran di DKI Laris-Manis Meski Ditinggal Pemudik

Bisnis Ketupat Lebaran di DKI Laris-Manis Meski Ditinggal Pemudik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2016 13:30 WIB
Bisnis Ketupat Lebaran di DKI Laris-Manis Meski Ditinggal Pemudik
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Tingginya permintaan masyarakat terhadap kulit atau bungkus ketupat menjelang Idul Fitri membuat banyak pedagang menjual komoditi ini, termasuk pedagang musiman. Meski Jakarta ditinggal pemudik, tetapi bisnis ketupat Lebaran justru laris-manis bahkan meningkat.

Pedagang musiman ini biasanya menjual kulit ketupat ini 3-4 hari sebelum Lebaran. Sri, salah seorang pedagang ketupat di Pasar Jembatan Merah, Jakarta Selatan mengaku dagangan ini menjadi salah satu alternatif pemasukannya ketika dirinya sedang tidak bekerja sebagai buruh cuci di salah satu apartemen di Jakarta.

"Saya jualan baru mulai hari ini sampai nanti H-1 Lebaran hari Selasa. Hari ini sudah ada yang pesan 350 ketupat. Alhamdulillah," ucap Sri saat ditemui detikFinance di Pasar Jembatan Merah, Jakarta, Minggu (03/07/16).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menurut Sri, dirinya membeli janur pembuat ketupat dari pedagang pengepul yang membawa dari Bogor seharga Rp 150/janur. Sedangkan harga jual janur yang telah dianyam menjadi 1 bungkus ketupat sebesar Rp 500.

"Belinya dari pedagang langsung yang ambil dari Bogor. Saya jual per ikat ini jadi 10 ketupat, harganya Rp 5.000. Jadi saya untung Rp 3.500 per ikatnya. Hari ini sudah ada yang pesan 35 ikat," tambahnya.



Salah seorang pedagang lainnya bernama Jamal mengaku omset penjualan bungkus ketupat selalu meningkat selama 5 tahun dirinya berjualan. Untuk itu, ia pun sudah membuka pesanan dari pelanggan sehari sebelumnya, sehingga kemudian dapat mencukupi stok janur sesuai dengan permintaan konsumen di hari berikutnya.

"Karena Jakarta itu kan tiada hari tanpa ketupat untuk Lebaran. Penduduknya nambah juga kan. Biasanya ini buat ketupat sayur, opor, atau ketoprak," ucapnya di lokasi yang sama. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads