Setelah dilakukan uji coba di rute tersebut, kereta ini akan direncanakan untuk melayani rute Jakarta-Surabaya. Alasannya, karena Surabaya dianggap sebagai lalu lintas kereta api yang cukup ramai.
"Mungkin Surabaya begitu kan yang padat-padat, tapi belum kita pastikan itu," jelas VP Corporate Communication KAI, Agus Komarudin, saat dihubungi detikFinance, Selasa (5/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya jumlah penumpang masih banyakan ini ya 80 (per gerbong), kalau bisnis itu 64 kan per gerbong. Sekali keberangkatan 800 kereta ini 10 gerbong jadi 800, kalau bisnis 640," tutur Agus.
Kereta kelas ekonomi dengan fasilitas yang baru ini memiliki desain interior dan pendingin ruangan yang lebih modern, dibandingkan kereta kelas bisnis dengan harga yang cukup kompetitif.
"Kalau fasilitas dia kan kursinya bisa bolak-balik kalau bisnis, kalau ini kan nggak, itu saja bedanya. Cuma kalau AC dan interior bagus yang sekarang yang ekonomi," kata Agus.
Kereta ekonomi yang baru ini juga memiliki fasilitas pendukung lainnya yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Kereta tersebut terpasang kamera pengawas untuk keamanan, televisi, dan fasilitas toilet yang lebih nyaman.
"Fasilitasnya aja ada CCTV, televisi, toilet jongkok sebelahnya toilet duduk," ujar Agus. (wdl/wdl)











































