Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6-7 %

Dewan Eksekutif IMF:

Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6-7 %

- detikFinance
Rabu, 23 Mar 2005 13:00 WIB
Jakarta - IMF memuji performa ekonomi Indonesia. Pada tahun 2005, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,5 persen dan dalam jangka menengah, angka pertumbuhan itu bisa menjadi 6-7 persen. IMF menilai, angka pertumbuhan 5,5 persen pada tahun 2005 ini merupakan kontribusi dari pertumbuhan konsumsi yang kuat dan pemulihan investasi.Demikian hasil review Dewan Eksekutif IMF adlam Post Program Monitoring Kedua terhadap Indonesia yang dipublikasikan, Rabu (23/3/2005). IMF menilai, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat perkembangan yang berarti untuk mencapai stabilitas makro ekonomi, penurunan utang publik, perbaikan sistem perbankan yang sehat dan mengurangi kerentanan anggaran. Stabilitas yang terjaga dan reformasi di berbagai bidang untuk menarik investasi swasta merupakan kunci untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan. Dalam hal tersebut diatas, Dewan Eksekutif IMF menilai, strategi jangka menengah pemerintah Indonesia sudah cukup dan jika diimplementasikan secara penuh sesuai sesuai gambaran, maka Indonesia akan dapat mencapai target-targetnya. IMF mendesak pemerintah untuk menlajutkan usaha memperbaiki administrasi pajaknya guna meningkatkan pendapatan non minyak. Hal ini akan membantu Indonesia untuk mengurangi ketergantungan dari minyak dan memperkuat posisi anggaran. Terkait masalah perpajakan ini, IMF memprihatinkan rencana pemerintah untuk memberikan pengampunan pajak atau ex amnesty dan mengingatkan bahwa hal itu bisa mengurangi pendapatan Indonesia seperti terlihat di beberapa negara. Sementara mengenai pengurangan subsidi BBM yang dialihkan untuk sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, IMF menyambut baik dan menilai hal itu ada manfaatnya. IMF menilai manajemen anggaran yang kuat akan membantu usaha untuk membuat struktur anggaran yang lebih baik.Khusus untuk sektor perbankan, IMF mendesak kepada pihak yang berwenang untuk memperhatikan masalah lemahnya kualitas aset dan masalah governance terutama di bank-bank BUMN dan selanjutnya memperkuat pengawasan bank. EkonomiAcehKhusus untuk ekonomi Aceh, IMF mengatakan, kontribusi pertumbuhan ekonomi Aceh terhadap nasional hanya sekitar 2 persen akibat bencana tsunami 26 Desember lalu. Namun efek suplai negatif dari tsunami akan ditutupi oleh belanja rekonstruksi sehingga dampak totalnya terhadap pertumbuhan akan minimal. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads